Reyoet, Jakarta: Pasien penderita lupus bisa
jadi bakal bosan dengan pengobatan terus menerus yang dijalankannya. Tak
heran bila pengobatan herbal bakal dilirik karena dirasa lebih cepat.
Menurut Guru Besar Hermatologi Onkologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. dr. Zubairi Djoerban, SpPD, KHOM, FINASIM, pilihan seperti ini diambil karena orang tersebut mulai merasa bosan dengan apa yang dijalankannya.
Menurut Guru Besar Hermatologi Onkologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. dr. Zubairi Djoerban, SpPD, KHOM, FINASIM, pilihan seperti ini diambil karena orang tersebut mulai merasa bosan dengan apa yang dijalankannya.
"Bilang harus, ya tidak harus juga. Dibilang tidak boleh, ya ini memang tidak boleh," tutur Zubairi, di Jakarta, Sabtu (18/5/2013)
Tapi, yang jelas-jelas tidak boleh adalah apabila ada obat herbal yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh. "Jelas itu tidak boleh. Penderita lupus tubuhnya sudah kebal banget. Malah over," terangnya.
Kalau penderita lupus mau menggunakan obat herbal, tambah Zubairi, harus diimbangi dengan pengobatan medis. Kalau keukeuh mau menggunakan herbal, harus percaya dalam bahwa obat tersebut diproses secara baik.
"Yang jelas, kalau ada yang menawarkan herbal, itu non sense, tidak benar. Lupus itu semuanya sudah dites. Obatnya pun sudah diproses meliputi semua gejalanya," ujar dokter berbadan kurus ini.
Sekali lagi, Zubairi menekankan tidak melarang seseorang untuk menggunakan herbal, tapi tetap harus hati-hati. "Takutnya nih, ada satu obat herbal yang sudah terkontaminasi jamur," tandasnya.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH