Reyoet, New York: Upaya memperbesar penis sudah
berlangsung satu abad. Namun, belum satu pun yang bisa menunjukkan hasil
yang memuaskan. Risiko yang mendampingi prosedur pembesaran kelamin
juga bermacam-macam, seperti penis yang mengecil atau penis jadi tak
sedap dipandang.
Pria yang menjalani pembesaran penis umumnya dilakukan dengan prosedur bedah alias operasi. Bukan hanya karena masalah mikropenis, pria yang mengalami sindrom penis kecil juga memilih melakukan prosedur tersebut. Namun, kebanyakan yang tak puas dengan hasilnya.
Pria yang menjalani pembesaran penis umumnya dilakukan dengan prosedur bedah alias operasi. Bukan hanya karena masalah mikropenis, pria yang mengalami sindrom penis kecil juga memilih melakukan prosedur tersebut. Namun, kebanyakan yang tak puas dengan hasilnya.
Ada dua operasi pembesaran penis yang umum dilakukan pria, yakni:
1. Memperpanjang penis
Prosedur
ini biasanya memotong ligamen yang menghubungkan penis ke tulang
panggul. Ini memungkinkan terlihat sedikit bertambah panjang kurang dari
1 inci. Tapi, teknik bedah ini tak benar-benar bisa memperpanjang penis
yang cukup besar.
2. Pelebaran penis
Pria
yang berpikir kelaminnya terlalu tipis, prosedur yang lebih
kontroversial bisa digunakan seperti implan lemak, silikon, atau cangkok
jaringan.
Salah satu prosedur yang baru dan risikonya rendah
bisa bekerja untuk sejumlah pria. Dalam beberapa kasus, skrotum (buah
zakar) menempel lebih tinggi sehingga tampilan penis lebih panjang.
"Operasi
ini membutuhkan waktu 20 menit dan bisa dilakukan rawat jalan," kata
Michael O'Leary, MD, Profesor Bedah Urologis Harvard Medical School dan
Urologis di Brigham and Women Hospital di Boston seperti dikutip WebMD, Rabu (15/5/2013).
Risiko Bedah Perbesar Penis
Sebelum
pria memutuskan untuk memperbaiki penampilan penisnya, pertimbangkan
berbagai risiko baik itu perpanjang atau menebalkannya.
Hingga
kini belum ada organisasi medis utama yang menyetujui prosedur bedah
penis ini. Beberapa pria sampai rela pergi ke negara lain demi melakukan
perawatan yang belum disetujui di AS.
Berikut beberapa efek
samping operasi pemanjangan penis yakni infeksi, kerusakan saraf,
mengurangi sensitivitas, dan kesulitan ereksi.
Yang paling
mengganggu adalah jaringan parut yang berbekas di penis Anda sehingga
membuatnya menjadi lebih pendek dibanding awalnya.
Tak berbeda
dengan operasi penebalan penis (pelebaran) yang lebih kontroversial.
Prosedur ini bisa membuat penis jadi tak sedap dipandang, bergelombang,
dan penis tak merata.
Penelitian Urologi Eropa menemukan, 42 pria
yang menjalani operasi perpanjangan penis dengan memotong ligamentum
suspensorium hanya 35 persen yang merasa puas dengan hasilnya.
Setengahnya malah melakukan operasi lagi.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH