Reyoet, New York: Para ilmuwan dari University
of Michigan, Amerika Serikat, meneliti cara seseorang menggunakan
jejaring sosial, Facebook dan Twitter, dan melihat seberapa besar
narsisnya si pengguna.
Dari hasil pengamatan itu ditemukan, narsis pada pengguna usia baya, diwujudkan dengan seringnya update status Facebooknya. Sementara, pada mereka yang berusia lebih muda, kebanyakan justru mengumbar kesombongan di Twitter.
Dari hasil pengamatan itu ditemukan, narsis pada pengguna usia baya, diwujudkan dengan seringnya update status Facebooknya. Sementara, pada mereka yang berusia lebih muda, kebanyakan justru mengumbar kesombongan di Twitter.
Menurut salah satu dari tiga ilmuwan, Elliot Panek, para usia paruh baya menggunakan Facebook sebagai cara untuk mendapatkan citra yang baik dari rekan-rekannya, sementara mahasiswa lebih memilih Twitter untuk menyampaikan opini, gagasan, dan pikirannya.
"Ini tentang gambar Anda sendiri, bagaimana Anda melihat dan memeriksa bagaimana orang lain merespons gambar ini," kata Elliot, seperti dikutip Dailymail, Sabtu (15/6/2013)
Para remaja yang lebih memilih Twitter, Panek mengatakan, lewat situs tersebut, mereka berusaha memperluas lingkaran sosialnya, dan menyiarkan pandangannya tentang berbagai topik dan isu.
Demi kepentingan penelitian ini para peneliti mengamati aktivitas yang dilakukan 489 orang mahasiswa di jejaring sosial.
Dari hasil yang ada, peneliti menyebutkan mahasiswa dan rekannya yang lebih dewasa, menggunakan media sosial dengan cara yang berbeda untuk menunjukkan harga dirinya.
Bagaimanapun, para peneliti tidak dapat memastikan dengan jelas apakah narsisme menyebabkan peningkatan penggunaan media sosial atau sebaliknya.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH