Reyoet, Jakarta: Seorang ibu sebal dan akhirnya
memboikot sebuah apotek bernama Boots setelah ibu tersebut menemukan
kedua anaknya asyik bermain dengan mainan seks di dekat loket
pembayaran.
Alison Savory akhirnya menulis surat pengaduan kepada CEO dari apotek Boots bernama Alex Gourlay, setelah kedua putranya yang berusia 6 dan 8 tahun mengambil salah satu mainan seks yaitu vibrator Durex berwarna ungu yang tampilannya sangat mencolok di apotek tersebut.
Savory yang seorang akupunktur menyuruh kedua putranya untuk menunggu di pojokan apotek Boots itu, sementara ia dan putrinya yang berusia dua tahun membayar semua belanjaan yang ia dibeli pada tanggal 23 Desember 2012.
Alison Savory akhirnya menulis surat pengaduan kepada CEO dari apotek Boots bernama Alex Gourlay, setelah kedua putranya yang berusia 6 dan 8 tahun mengambil salah satu mainan seks yaitu vibrator Durex berwarna ungu yang tampilannya sangat mencolok di apotek tersebut.
Savory yang seorang akupunktur menyuruh kedua putranya untuk menunggu di pojokan apotek Boots itu, sementara ia dan putrinya yang berusia dua tahun membayar semua belanjaan yang ia dibeli pada tanggal 23 Desember 2012.
Wanita berusia 42 tahun itu kaget serta malu ketika ia menemukan kedua putranya sedang asyik bermain dengan mainan seks berbentuk penis dan kondom di sebelah kasir pembayaran.
"Saya tidak memilih untuk membawa anak-anak saya ke toko seperti ini. Tapi, inikan tempat perbelanjaan keluarga dan saya sangat senang dapat membawa anak-anak saya berjalan-jalan," kata Savory
"Saya tidak dapat melakukan percakapan karena kondisi Boots yang sedang ramai dan sibuk-sibuknya. Dan saya pun sangat malu," tambah Savory.
Pada akhirnya Savory meminta kepada kepala eksekutif untuk mempertimbangakan untuk memberikan pelajaran tentang seksualitas awal kepada anak-anak di mana anak-anak tersebut tidak bersalah karena di kehidupannya sudah dibombardir dengan gambar-gambar yang tidak pantas.
Savory dalam suratnya mengatakan bahwa ia sangat kecewa kepada Boots karena perusahaan keluarga yang berkontribusi terhadap terjadinya erosi moral serta mendesak Boots untuk mempertimbangkan penempatan yang tepat untuk setiap produk yang dijualnya.
Sementara Jennifer Freeman yang merupakan customer manager dari Boots memberikan pernyataan bahwa produk yang dijual di Boots merupakan produk-produk hasil dari survei yang dilakukan terhadap para pelanggan dan itu semua merupakan permintaan pelanggan Boots sendiri.
Boots percaya bahwa produk yang bermanfaat bagi pelanggan dan juga perlengkapan seks itu disajikan untuk mengungkap kemauan dari para pelanggan.
Savory tetap melaporkan Boots karena ia tidak ingin anak-anaknya mengambil apa yang seharusnya tidak diambil. Dan Savory meminta kepada Boots untuk menjual produk-produk dewasa tersebut jauh dari pandangan anak-anak.
Savory lalu berbagi pengalamannya di Facebook yang pada akhirnya memicu kemarahan di kalangan ibu-ibu.
"Saya pikir itu sangat mengerikan untuk sebuah toko keluarga yang menjual pakaian anak-anak," kata Emma Frost, 33 tahun.
"Saya tidak ingin berada dalam situasi di mana saya dipaksa untuk menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas remaja kepada putri saya. Ini merupakan satu masalah yang mengerikan dan sulit untuk mencoba dan mengendalikan hal-hal seperti itu," kata Emma seperti dikutip DailyMail, Minggu (13/1/2013).

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH