Reyoet, Jakarta: Setelah booming dengan pelatih seks, kini kembali muncul profesi baru sebagai pemandu kencan.
Kencan merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh seorang pria dan wanita untuk berkenalan lebih jauh. Tapi kenyataannya tak sedikit orang yang masih gugup untuk melakukan itu dan membutuhkan pemandu khusus supaya kencannya berjalan lancar.
Hal seperti ini terjadi pada kebanyakan pria di Sydney, Australia. Pria di sana banyak yang memanggil bantuan profesional dan membayar orang tersebut untuk memberikan tips tentang bagaimana cara yang baik ketika berkencan dan menentukan tanggal yang pas untuk berkencan.
Kencan merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh seorang pria dan wanita untuk berkenalan lebih jauh. Tapi kenyataannya tak sedikit orang yang masih gugup untuk melakukan itu dan membutuhkan pemandu khusus supaya kencannya berjalan lancar.
Hal seperti ini terjadi pada kebanyakan pria di Sydney, Australia. Pria di sana banyak yang memanggil bantuan profesional dan membayar orang tersebut untuk memberikan tips tentang bagaimana cara yang baik ketika berkencan dan menentukan tanggal yang pas untuk berkencan.
Damien Diecke, pria lulusan Sekolah Pariwisata ini akhirnya memilih untuk menjadi seorang pemandu khusus kencan.
Tugas Damien adalah membantu orang-orang untuk berbicara dengan calon pasangan kencannya dan membawa orang tersebut keluar dari klub malam untuk memperlajari cara ini secara praktis.
Menurut Damien seperti dilansir Times of India, Sabtu (12/1/2013) ternyata masih banyak orang yang takut untuk mengajak dan mendekati orang yang ditaksirnya karena orang tersebut berpikir bahwa ia mungkin terlihat buruk.
Damien mengatakan bahwa pria dan wanita yang pasiennya tidak dipertemukan hari itu juga. Damien baru akan mempertemukan keduanya sebulan kemudian.
Sebelum melakukan pertemuan, Damien menyarankan kepada para pasiennya untuk melakukan kencan online dan membuat komitmen terlebih dahulu.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH