Reyoet, Jakarta: Mainan seks (sex toys)
macam-macam bentuknya dan itu tersedia untuk pria dan wanita. Salah satu
jenisnya adalah dildo. Mainan seks tersebut cara penggunaannya dengan
memasukkannya ke vagina atau anus. Namun, dildo tak bisa bergetar
seperti vibrator.
Dildo sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu ketika budaya masih
sangat primitif dengan ditemukannya gambar dildo di artefak yang
dilindungi. Gambar dildo dicat pada tembikar Yunani Kuno, lukisan
dinding di Mesir, pahatan batu di Timur India, dan artefak gading di
China.
Kini, dildo terbuat dari vinyl dan karet silikon seperti yang dituliskan Charles Panati dalam bukunya berjudul Sexy Origins and Intimate Things dan dikutip Liputan6.com, Minggu (22/9/2013).
Dildo
memiliki warna mirip daging dan berkembang dengan uratnya. Bahkan ada
yang memiliki `bola`. Dildo juga banyak diperdagangkan di toko mainan
seks.
Beberapa dildo terlihat seperti kelamin pria yang ereksi.
Namun, beberapa ada yang menyertakan bagian tubuh dengan bahan yang
elastis dan penis prostetik. Ini dimaksudkan untuk membantu pria yang
mengalami semiereksi.
Namun, seseorang yang menggunakan dildo
harus benar-benar memastikan kebersihannya sebelum memasukkannya. Akan
lebih bagus jika dipakaikan kondom.
Kata dildo berasal dari bahasa
latin `Dilatare` yang artinya `Dibuka lebar`. Dalam bahasa Itali
`Dilettare` artinya memberikan kesenangan. Dan penyebutan dildo dimulai
Merriam Webster pada 1598.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH