Reyoet: Food and Drug Administration (FDA) dan
National Institutes of Health memberikan dana sebesar 53.000.000 dolar
untuk membantu 14 lembaga kesehatan untuk melakukan penelitian bahaya
rokok mentol.
Penelitian tersebut bertujuan untuk membantu FDA membuat peraturan
baru guna membatasi produksi dan penggunaan rokok mentol dikutip Reuters, Minggu (22/9/2013).
Pada
2009 lalu lembaga itu diberi kewenangan untuk mengatur produksi dan
penggunaan tembakau seperti dalam rokok, cerutu ataupun e-rokok.
Undang-undang
memungkinkan FDA untuk memperluas kewenangannya terkait semua produk
tembakau, tetapi pertama kali harus mengeluarkan peraturan baru.
Mendukung hal tersebut, American Academy of Pediatrics dan 14 organisasi atau lembaga kesehatan masyarakat lainnya, termasuk American Lung Association dan American Heart Association, mengirim surat kepada Presiden Barack Obama mendesak dia untuk menekan FDA mengeluarkan aturan baru.
Surat
tersebut bertuliskan 'Lebih dari dua tahun yang lalu, FDA mengumumkan
niatnya untuk mengambil tindakan pembatasan penggunaan rokok mint, namun
belum ada kemajuan yang telah dibuat'.
Pada Juli lalu FDA
mengatakan akan membatasi rokok mentol menyusul kajian ilmiah yang
menunjukkan produk ini cenderung lebih adiktif dari rokok biasa.
Organisasi-organisasi
kesehatan masyarakat, dalam surat mereka, mencatat bahwa penggunaan
rokok turun 33 persen pada 2000 dan 2011, dan penggunaan e-rokok
meningkat.
Selain meminta untuk membatasi produksi dan penggunaan
rokok mentol, dalam surat tersebut tertulis FDA diminta untuk membatasi
cerutu.
Ini dibuat berdasarkan survei nasional yang menyebutkan
17,8 persen anak-anak SMU saat ini merokok cerutu, dan setiap hari lebih
dari 3.000 anak berusia di bawah 19 tahun mencoba merokok cerutu.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH