Reyoet, London: Payudara wanita bisa menarik
perhatian pria. Dan dari payudara, nafsu pria bisa bergelora. Itulah
yang membuat kaum ibu di Kamerun berusaha agar payudara anaknya tak
berkembang. Caranya dengan praktik `setrika payudara`.
Praktik mutilasi pada wanita tersebut diyakini para ahli juga ada di
London seperti diutarakan dalam Konferensi di Northolt pada Senin
(30/9/2013).
Para ibu yang melakukan setrika payudara itu karena
takut payudara anaknya akan menarik perhatian laki-laki yang tak
diinginkan, seperti perkosaan atau hamil sebelum nikah. Selain itu, ada
stigma sosial yang melekat wanita yang berpayudara besar sering
dipandang sebagai wanita yang senang melakukan hubungan seksual.
`Setrika
payudara` melibatkan memijat atau menekan payudara gadis remaja dengan
menggunakan batu atau spatula yang dipanaskan di atas api. Praktik ini
lazim dilakukan di Kamerun dan sekarang juga dilakukan komunitas Kamerun
di Inggris.
Setrika payudara sangat menyakitkan dan bisa
menyebabkan abses, infeksi, bentuk payudara yang tidak simetris, kista,
demam yang parah, kerusakan jaringan, dan hilangnya payudara yang
lengkap.
Organisasi Pengembangan Wanita dan Gadis CAME yang
menyelenggarakan konferensi itu meminta ahli medis menegaskan apakah ada
hubungan antara setrika payudara dengan risiko kanker payudara.
Organisasi
tersebut meyakini praktik ini bisa terjadi pada gadis-gadis berusia 8
tahun. Kebanyakan ayahnya tak menyadari terjadinya kekerasan tersebut.
"Kita
harus memberdayakan perempuan Kamerun untuk berbicara tentang setrika
payudara karena terlalu banyak yang diam dalam masalah ini - mereka
melihatnya sebagai masalah budaya," kata Pendiri dan Ketua Organisasi
Margaret Nyuydzewira seperti dikutip Thisislocallondon, Senin (30/9/2013).

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH