Reyoet, Jakarta: Mitos yang beredar di
masyarakat belum sepenuhnya benar, seperti misalnya mengoleskan madu di
bibir bayi supaya mendapatkan warna merah alami.
Namun menurut Deputi Bidang Pengawasan Kemanan Pangan dan Bahan
Berbahaya BPOM, DR. Roy Sparringa, PhD hal tersebut bisa saja membuat
bayi keracunan dan gangguan pencernaan.
"Jangan berikan madu pada bayi, karena spora yang ada pada madu itu berdampak negatif," ujar DR. Roy, ditulis Selasa (1/10/2013).
Spora botulisme pada madu yang menjadi penyebab kekhawatiran DR. Roy berakibat keracunan dan gangguan pencernaan.
"Dalam
madu itu ada spora botulisme itu berbahaya untuk bayi, jadi sebaiknya
jangan diberikan madu dulu bisa menyebabkan keracunan dan gangguan
pencernaan," katanya.
Resiko kian bertambah karena banyak madu
yang tidak melewati proses pasteurisasi. Jenis spora ini tidak hanya
berada pada madu tetapi juga pada sayuran yang belum dicuci, dan juga
tanah serta udara.
Bayi di bawah usia 1 tahun, umumnya belum
memiliki sistem kekebalan tubuh yang sempurna, sehingga mudah terkena
dampak dari botulimes.
Bayi belum memiliki keseimbangan asam yang
diperlukan untuk menghancurkan dan melawan setiap racun ataupun bakteri
yang masuk ke dalam pencernaan.
"Sistem kekebalan bayi masih
belum sempurna sehingga rentan terhadap penyakit," ujar DR. Roy. Madu
baru dapat diberikan pada anak usia 2 tahun.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH