Reyoet: Para gadis dengan kuncir kuda, gerakan
lincah dan ekspresi penuh semangat merupakan gambaran yang muncul
ketika seseorang menyebut Cheersleader. Tidak sedikit para
gadis yang memiliki keinginan masuk ke dalam tim pemandu sorak, namun
ternyata ini merupakan aktivitas yang paling berbahaya untuk wanita.
Menurut laporan terbaru di Amerika Serikat seperti dikutip dari Thegloss, Senin (23/9/2013) olahraga yang paling berbahaya bukan sepak bola tetapi pemandu sorak atau cheersleader.
Hal
ini dikarenakan gerakan pemandu sorak berisiko cedera serius, sebanyak
66 persen dari cedera tersebut mengakibatkan cacat permanen atau kondisi
medis lain yang membahayakan.
"Gerakan cheerleader
melompat-lompat itu tampak cukup berbahaya. Setelah kita melihat data,
jumlah yang cedera sedikit mengejutkan, dan saat itulah kita menyadari
risiko yang terlibat," ujar Koordinator Pusat Penelitian Cedera di
Columbus Children’s Hospital Ohio, Brenda Shields.
Pada tingkat
universitas, angka tersebut meningkat menjadi 70 persen. Gerakan satu
gadis meloncat dan seakan terbang yang kemudian ditangkap oleh gadis
lainnya yang riskan terhadap cedera.
Bukan gadis yang melakukan
gerakan tersebut yang cedera, justru gadis yang menangkap lebih berisiko
cedera lutut. Hal itu karena gadis penangkap akan berusaha keras
menjaga agar rekan satu timnya tidak jatuh dan tumpuan terbesar ada pada
lututnya.
Banyak dokter yang dikutip Yahoo! News menyarankan para gadis memilih olahraga lain selain menjadi pemandu sorak.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH