Reyoet: Produsen
sistem keamanan, Kaspersky Lab, mengumumkan temuan barunya tentang
malware yang marak belakangan ini. Perusahaan IT sebesar Google pun
menjadi sorotan.
Alasannya
ada dua, yang pertama, Kaspersky Lab mendeteksi gelombang infeksi yang
melibatkan pengembangan dini kode berbahaya dan disamarkan sebagai kode
Google Analytics.
Mereka yang mengunjungi situs yang diretas akan dibawa ke beberapa tautan sebelum akhirnya masuk ke server hosting BlackHole Exploit Kit. Jika exploit diluncurkan dengan sukses, komputer akan terinfeksi malware.
Yang kedua, Kaspersky juga mendeteksi dua metode meretas Google Wallet, yaitu sistem e-payment yang memungkinkan pengguna membayar barang dan jasa menggunakan HP Android dengan Near Field Communication (NFC) yaitu transaksi tanpa kontak.
Menutur rilis pers yang diterima Reyoet, sebelumnya diketahui bahwa dengan root access pada telepon tidak butuh waktu lama bagi peretas untuk mendapatkan empat digit kode PIN aplikasi Google Wallet.
Sehari
kemudian, kerentanan aplikasi Google Wallet mulai terdeteksi dimana
seseorang bisa mengakses akun melalui HP yang hilang atau dicuri tanpa
perlu meretas sistem atau mendapatkan root access. Masalah Google
Wallet kemudian diperbaiki. Namun sampai saat ini tidak ada informasi
mengenai masalah pertama, yaitu BlackHole Exploit Kit.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH