Reyoet, Jakarta: Melahirkan merupakan salah satu tahap dalam
kehidupan yang bisa berdampak besar pada wanita. Salah satu yang jadi
terpengaruh adalah kehilangan gairah untuk bercinta. Apakah ini normal?
Melahirkan merupakan salah satu tahap dalam kehidupan yang bisa berdampak besar pada wanita. Ketika memiliki bayi, wanita jadi memiliki tanggungjawab dan kesenangan baru. Fokus hidup pun tak hanya pada suami atau pekerjaan lagi.
Berbagai perubahan ini berpengaruh pada banyak hal dalam hidup wanita. Misalnya saja, wanita jadi tak lagi terlalu peduli pada gaya berbusananya, serial televisi favoritnya, berat badannya dan lain-lain.
Melahirkan merupakan salah satu tahap dalam kehidupan yang bisa berdampak besar pada wanita. Ketika memiliki bayi, wanita jadi memiliki tanggungjawab dan kesenangan baru. Fokus hidup pun tak hanya pada suami atau pekerjaan lagi.
Berbagai perubahan ini berpengaruh pada banyak hal dalam hidup wanita. Misalnya saja, wanita jadi tak lagi terlalu peduli pada gaya berbusananya, serial televisi favoritnya, berat badannya dan lain-lain.
Dari banyak hal yang berpengaruh itu, seks juga
termasuk dalam daftar tersebut. Tak sedikit wanita yang merasa malas
untuk bercinta dengan suami setelah melahirkan. Apakah kondisi tersebut
normal?
Dokter kandungan Laura Fijolek McKain mencoba menjawab
pertanyaan tersebut melalui tulisannya di situs Baby Center. Menurutnya
perasaan malas atau kehilangan gairah untuk bercinta itu jadi hal normal
setelah melahirkan. Malah menurutnya, kondisi tersebut bisa terjadi
sampai beberapa bulan.
Dalam sebuah penelitian pada wanita yang
mengalami depresi pasca melahirkan, 20% responden mengaku tidak punya
gairah untuk bercinta hingga tiga bulan setelah sang bayi lahir.
Sementara 21% reseponden mengaku benar-benar kehilangan gairahnya pada
aktivitas seksual apapun.
Tentunya ada berbagai faktor yang
menyebabkan kondisi kehilangan gairah atau malas bercinta itu terjadi?
Menurut Laura, pertama, gairah tersebut harus bersaing dengan kelelahan
karena mengurus bayi yang baru lahir. Apalagi bayi baru lahir
benar-benar masih perlu banyak perhatian. Bayi bisa tidak kenal waktu
untuk minta disusui atau buang air kecil dan besar. Semua hal tersebut
bisa membuat wanita merasa lelah baik fisik maupun emosional.
Ketika
akhirnya punya waktu untuk sendiri, wanita lebih memilih tidur atau
melakukan kegiatan yang membuat mereka santai seperti pijat. Bercinta
dengan pasangan menjadi prioritas terakhir dalam daftar kegiatan.
Faktor
kedua yang membuat wanita malas bercinta seperti dipaparkan Laura
adalah, tubuh wanita masih dalam proses penyembuhan setelah melahirkan.
Pergantian hormon membuat wanita jadi tidak seimbang. Tak sedikit juga
wanita yang khawatir merasa sakit ketika bercinta. Untuk beberapa
wanita, hubungan seks pertama setelah melahirkan memang bisa jadi tidak
nyaman. Wanita pun merasa tubuhnya tidak seksi setelah proses kehadiran
sang buah hati. Berbagai perasaan tersebut bisa membuat wanita tidak
percaya diri dan malas bercinta.
Faktor ketiga adalah secara
sadar atau tidak, wanita takut bisa hamil lagi kalau bercinta. Apalagi
kalau ternyata sebenarnya wanita tersebut ingin tak buru-buru menambah
momongan dan belum memasang alat kontrasepsi, aktivitas seks jadi hal
yang paling dihindari.
Sampai kapan perasaan malas bercinta dan
kehilangan gairah itu bertahan? Kabar gembiranya, dijelaskan Laura,
semua hal itu hanya berlangsung sementara. Seiring berjalannya waktu,
wanita dan pasangannya bisa kembali menikmati aktivitas seksual.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH