Reyoet, Washington: Badan pengawas obat dan
makanan Amerika Serikat (FDA) pada Senin (16/7) menyetujui Truvada
sebagai obat pertama yang dilegalkan untuk mengurangi risiko infeksi HIV
pada orang yang tidak terinfeksi, namun berisiko terkena virus itu
karena hubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi HIV.
Obat berbentuk pil harian itu dibuat oleh perusahaan Gilead Sciences di California, menggabungkan dua jenis obat yang menghalangi reproduksi HIV.
Obat berbentuk pil harian itu dibuat oleh perusahaan Gilead Sciences di California, menggabungkan dua jenis obat yang menghalangi reproduksi HIV.
Penggunaan obat tersebut harus dibarengi dengan hubungan seks yang aman
untuk mengurangi risiko infeksi. "Truvada seharusnya tidak digunakan
untuk mencegah infeksi HIV dengan sendirinya," kata pejabat FDA Dr.
Debra Birnkrant saat jumpa pers.
FDA sebelumnya menyetujui Truvada untuk digunakan dengan obat
antiretroviral lain untuk penanganan orang dewasa dan anak-anak di atas
12 tahun yang terinfeksi HIV.
FDA mengatakan orang-orang yang mengonsumsi Truvada harus
menjalani tes untuk mengetahui adanya infeksi HIV setiap tiga bulan
sehingga perawatan bisa segera dimulai jika infeksi terjadi.
"Izin tersebut menandai langkah penting dalam perang kita terhadap HIV,"
kata Komisioner FDA Margaret Hambur dalam pernyataannya.
"Setiap tahun, kurang lebih 50.000 orang dewasa dan remaja didiagnosis
terinfeksi HIV... Jenis perawatan dan metode pencegahan baru dibutuhkan
untuk memerangi epidemic HIV di negara ini," kata dia.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH