Reyoet, Jakarta: Selama ini, oksitosin atau yang biasa dikenal
dengan hormon cinta diketahui muncul sebagai akibat dari perasaan fisik
maupun psikologis yang terjadi pada pasangan. Selain itu, hormon ini
juga berfungsi untuk merangsang kontraksi rahim dan memelihara kelenjar
penghasil ASI setelah melahirkan.
Namun baru-baru ini tim peneliti dari Jepang berhasil menemukan manfaat baru dari oksitosin yaitu menghasilkan efek sindrom anti-metabolisme dan anti-obesitas baru. Hal ini mengindikasikan bahwa oksitosin bisa membantu mengatur asupan makanan dan metabolisme energi tanpa menyebabkan efek samping yang merugikan.
Namun baru-baru ini tim peneliti dari Jepang berhasil menemukan manfaat baru dari oksitosin yaitu menghasilkan efek sindrom anti-metabolisme dan anti-obesitas baru. Hal ini mengindikasikan bahwa oksitosin bisa membantu mengatur asupan makanan dan metabolisme energi tanpa menyebabkan efek samping yang merugikan.
Penelitian sebelumnya yang juga dipimpin oleh Yuko
Maejima mengaitkan antara hormon yang dihasilkan oleh otak itu dengan
proses pengendalian asupan energi dan penggunaannya.
"Temuan ini
mengungkapkan adanya efek sindrom anti-metabolisme dan anti-obesitas
baru yang dihasilkan oleh oksitosin," ungkap Maejima dari Jichi Medical
University di Shimotsuka, Jepang seperti dilansir dari aphroditewomenshealth, Rabu (4/7/2012).
"Oleh
karena itu, hasil penelitian kami memberi kesempatan untuk
mengembangkan pengobatan obesitas berbasis oksitosin yang aman dan
efektif."
Dengan menggunakan model hewan yang mengalami obesitas,
Maejima menemukan bahwa suntikan oksitosin harian telah berhasil
mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi hewan-hewan tersebut, termasuk
menurunkan berat badannya selama dan setelah pengobatan.
Hasil
yang sama juga didapatkan dari oksitosin yang ditanamkan pada pompa
mini. Metode pengobatan semacam ini juga mengurangi lemak pada hati,
meningkatkan toleransi terhadap glukosa dan menurunkan lemak perut yang
menjadi faktor risiko utama dari penyakit kardiovaskular.
Selain
itu, pompa mini juga menurunkan ukuran sel-sel yang bisa menyimpan lemak
(adiposa) namun tidak mempengaruhi tekanan darah atau tingkat aktivitas
penderita obesitas.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH