Reyoet, Jakarta: Pria cenderung menderita dan meninggal akibat
penyakit jantung di usia yang jauh lebih muda daripada wanita. Kalaupun
lebih banyak wanita yang meninggal karena penyakit jantung maka wanita
meninggal di usia yang jauh lebih tua daripada pria.
Demikian dikatakan Russell Luepker, seorang profesor di bidang kesehatan masyarakat dari University of Minnesota dan jubir American Heart Association (AHA) sehubungan dengan hasil survei Centers for Disease Control and Prevention seperti dilansir usatoday, Rabu (11/7/2012).
Penyakit jantung merupakan pembunuh nomor satu pria (dan wanita) di Amerika Serikat.
Demikian dikatakan Russell Luepker, seorang profesor di bidang kesehatan masyarakat dari University of Minnesota dan jubir American Heart Association (AHA) sehubungan dengan hasil survei Centers for Disease Control and Prevention seperti dilansir usatoday, Rabu (11/7/2012).
Penyakit jantung merupakan pembunuh nomor satu pria (dan wanita) di Amerika Serikat.
Melihat fakta seperti itu, pakar kardiologi Gordon Tomaselli yang juga presiden American Heart Association (AHA) dan direktur divisi kardiologi di John Hopkins University School of Medicine, Baltimore tanpa basa-basi memberikan saran tegasnya.
"Berdiri dan banyaklah bergerak, jangan merokok, kendalikan tekanan darah dan kolesterol Anda serta jangan abaikan gejala penyakit jantung, terutama jika Anda memiliki riwayat keluarga berpenyakit sama," ujar Tomaselli.
Meskipun tingkat kematian akibat penyakit kardiovaskular atau jantung ini sempat menurun sebesar 31 persen dalam kurun waktu 1998-2008, penyakit ini masih menjadi penyebab utama kematian di AS. Satu dari tiga kematian di AS diakibatkan oleh penyakit jantung dan stroke.
Menurut Luepker pria cenderung memiliki tekanan darah dan kadar kolesterol lebih tinggi daripada wanita serta lebih banyak merokok daripada wanita. Pria juga seringkali mengabaikan gejala-gejala penyakit jantung seperti tekanan darah tinggi.
"Pria tidak suka diperhatikan. Kami pernah melakukan studi dengan mengotopsi orang-orang yang berusia di bawah 60 dan meninggal akibat kematian dadakan, 95 persen diantaranya pria. Praktisnya mereka semua mengidap penyakit jantung, punya dokter pribadi dan asuransi kesehatan tetapi jarang ke dokter," terang Luepker.
Satu masalah besar lainnya adalah banyak pria yang tidak mengelola tekanan darahnya sebagaimana yang wanita lakukan.
Padahal risiko penyakit jantung akibat kondisi ini bisa dikurangi dengan diet sehat seperti mengurangi penggunaan garam dalam masakan, olahraga, mempertahankan berat badan normal, mengelola stres, membatasi alkohol dan menghindari rokok.
"Jika Anda telah mengetahui faktor-faktor risiko penyakit jantung seperti diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi maka Anda harus bisa mengendalikannya. Lebih baik kendalikan sekarang daripada Anda harus menyesal nantinya," pungkas Luepker.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH