Wednesday, July 18, 2012

Tekanan Darah Tinggi itu Tak Selamanya Buruk

Reyoet, Jakarta: Tekanan darah tinggi (hipertensi) selalu diidentikkan dengan penyakit kardiovaskular seperti stroke, serangan jantung atau pun gagal jantung. Namun ternyata peneliti menemukan bahwa kondisi ini tak selamanya buruk, apalagi jika terjadi pada lansia yang cenderung memiliki fisik yang sangat lemah.

Peneliti menemukan bahwa diantara lansia berusia 65 tahun ke atas yang tak mampu berjalan hingga 6 meter dan memiliki tekanan darah tinggi justru punya kemungkinan 62 persen lebih besar untuk tidak cepat meninggal dibandingkan lansia yang tekanan darahnya normal.

Meski begitu, bagi orang-orang yang sebaya atau berumur sama dan tidak memiliki kondisi fisik yang lemah serta bertekanan darah tinggi 35 persen cenderung meninggal lebih cepat dibandingkan orang yang sebaya namun tekanan darahnya normal.

"Studi ini mendemonstrasikan bahwa lansia merupakan kelompok yang heterogen dan mereka seharusnya juga dilihat seperti itu oleh staf pelayanan kesehatan," ungkap peneliti Michelle Odden, seorang profesor epidemiologi di Oregon State University.

Dalam studi ini peneliti menggunakan data dari 2.340 orang berusia lebih dari 65 tahun dalam National Health and Nutrition Examination Surveys yang dilakukan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada tahun 1999-2000 dan 2001-2002.

Partisipan menjawab berbagai pertanyaan tentang kondisi kesehatannya serta diminta untuk berjalan sejauh 6 meter. Setelah partisipan diikuti hingga tahun 2006, ditemukan bahwa 589 partisipan (25 persen) dinyatakan meninggal saat studi sedang berlangsung.

Partisipan yang berjalan dengan kecepatan 0,8 meter perdetik diklasifikasikan 'sehat' dan dalam kelompok ini partisipan yang tekanan darahnya tinggi lebih cenderung meninggal di luar periode studi dibandingkan partisipan yang tekanan darahnya normal.

Diantara partisipan yang tingkat berjalannya lebih lambat dari kelompok pertama, tidak ditemukan kaitan antara tekanan darah dan tingkat kematiannya. Namun partisipan yang tidak mampu menyelesaikan tes berjalannya dan bertekanan darah tinggi tidak cenderung meninggal bila dibandingkan dengan partisipan yang tekanan darahnya normal.

Peneliti mengemukakan bahwa semakin tua usia seseorang maka pembuluh darahnya akan semakin kehilangan elastisitasnya sehingga tubuh cenderung lebih kesulitan untuk memompa darah secara efektif.

"Beberapa orang mungkin membutuhkan sedikit lebih banyak tekanan untuk menjaga darahnya tetap terpompa ke organ-organ pentingnya. Itulah mengapa alasan pembuluh darah sejumlah orang akan kehilangan elastisitasnya lebih cepat daripada lainnya tidak pernah diketahui hingga kini," ujar Odden seperti dilansir dari myhealthnewsdaily, Rabu (18/7/2012).

No comments:

Post a Comment

KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH

Followers