Reyoet, London: Premenstrual syndrome
(PMS) biasa dialami wanita menjelang datang bulan. Saat menghadapi
sindrome ini, wanita biasanya menjadi lebih sensitif. Misalnya saja
cepat marah atau mudah tersinggung. Menurut peneliti Kanada, sindrom
pramenstruasi pada wanita hanya mitos karena belum ada pembuktian atau
penelitian yang mengarah kepada kebenarannya.
"Kami skeptis dengan banyak pendapat yang mengungkapkan emosional pada wanita selalu dikaitkan dengan fungsi reproduksi mereka," kata salah seorang peneliti, Dr Sarah Roma, Sabtu (20/10).
Bahkan, penelitian yang dilakukan Universitas Toronto, Amerika Serikat, mengenai masalah PMS yang kerap kali menyerang wanita itu belum bisa dibuktikan. Mereka telah gagal memberikan bukti yang jelas untuk mendukung keberadaan sindrom pramenstruasi dengan suasana hati wanita.
Peneliti meminta wanita untuk mengabaikan PMS yang biasa menimpa mereka di setiap datang bulan. Peneliti juga meminta kaum hawa mencari alasan lain mengapa merasa marah atau kesal. Hal itu mungkin akan menjadi jawaban bagi mereka yang merasa penasaran dengan sindrome PMS ini.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH