Monday, December 24, 2012

2 Alasan untuk Syukuri Tamatnya Twillight

Reyoet, Los Angeles: Lewat The Twillight Saga: The Breaking Dawn Part II yang tayang secara global pada 16 november 2012 kemarin, film drama remaja bertema vampire tersebut pun akhirnya berhenti menggigit hati para remaja wanita.

Walaupun sebagian besar orang menangisi kepergiannya, ternyata tak sedikit juga yang mensyukuri hal ini dan menganggapnya sebagai hal positif. Berikut kami berikan alasan mengapa hal itu bisa terjadi:

1. Vampire bisa seram Lagi
Vampire adalah satu dari banyak karakter mengerikan asal eropa yang telah terlanjur melegenda. Tak hanya menggemparkan di kota asalnya, mahluk penghisap darah tersebut juga memiliki banyak hal yang bisa membuat orang bergidik ketakutan saat membayangkannya.

Tapi apa jadinya jika mahluk bertaring tersebut tiba-tiba menjadi identik dengan tokoh pria posesif yang mendayu-dayu dengan rasa cinta yang berlebihan. Alih-alih seram, Bentuknya yang tampan serta memiliki kulit yang berkilauan dibawah matahari justru banyak menghancurkan hati para penggemar film horor di seluruh dunia.

"Harusnya vampire itu kejam, keluar saat malam dan memangsa korbannya yang tengah lengah. Dia juga terbakar jika mengenai matahari," ucap seorang fans vampire saat ditanya mengenai karakteristiknya.

2. Tak akan ada lagi Team Edward ataupun Team Jacob
Menjadi fans sebuah film sebenarnya adalah hal yang sah-sah saja. Namun kala hal itu berkembang menjadi sesuatu yang fanatik, semuanya justru akan terasa begitu menggelikan untuk dilihat.

Jika Anda sempat melihat euphoria yang ada sejak penayangan perdana franchise karya Stephanie Meyer tersebut, banyak sekali penggemar yang tiba-tiba membuat kubu sendiri dari kedua tokoh utamanya tersebut. Bahkan saking setianya, tak jarang terjadi perang mulut di jejaring sosial hanya karena meributkan siapa yang lebih pantas mendampingi Bella Swan. Aneh bukan?

Demikian 2 Alasan yang bisa dijadikan patokan dalam mensyukuri tamatnya film tersebut. Bagaimana menurut Anda?

Followers