Reyoet, London: Makanan organik bisa membuat
orang merasa lebih nyaman secara moral. Alhasil, pembeli makanan organik
cederung suka menilai perilaku lebih sulit. Ini yang membuat pembeli
makanan organik cenderung kurang bersikap baik dan membantu orang lain.
Demikian hasil penelitian yang dilakukan di Loyola University di New Orleans. Peneliti ini mempelajari 62 siswa yang dibagi ke dalam tiga tim.
Demikian hasil penelitian yang dilakukan di Loyola University di New Orleans. Peneliti ini mempelajari 62 siswa yang dibagi ke dalam tiga tim.
Seperti dikutip Dailymail, Selasa (19/2/2013), kelompok pertama diberi paket foto apel organik, bayam, tomat, dan wortel, dengan label organik. Kelompok kedua melihat foto es krim, kue, cokelat, dan brownies, sedangkan tahap ketiga melihat gambar oatmeal, mustard beras, dan kacang-kacangan.
Selanjutnya, semua siswa diberi rincian enam skenario moral yang dimulai dari politisi menerima suap hingga seorang siswa mencuri buku dari perpustakaan.
Ketika siswa berpikir penelitian selesai, para siswa diberitahu kalau seorang profesor di departemen lain sedang mencari relawan yang bersedia menjadi cadangan selama 30 menit tanpa imbalan apa pun. Para siswa yang terpapar buah organik dan sayuran setuju untuk menjadi cadangan rata-rata selama 13 menit untuk membantu sang profesor.
Namun, siswa yang melihat makanan yang menyenangkan mau menyisihkan 25 menit dibandingkan dengan kelompok ketiga yang 20 menit yang memandang oatmeal dan beras. Dr Kendall Eskine dan rekannya yang menulis makalah di Jurnal Social Psychological and Personality Science, mengatakan orang lebih bersedia membantu setelah makan sesuatu yang manis. Sebaliknya orang yang merasakan sesuatu yang menjijikkan memiliki penilaian moral yang lebih sulit.
"Kemungkinan mereka yang hanya membeli produk organik cenderung terlibat dalam tindakan bermakna lain dalam perlindungan lingkungan".

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH