Reyoet, New York: Tidur, selain menyehatkan
badan dan otak, juga kulit. Kurang tidur, bisa meningkatkan hormon stres
kortisol pada tubuh. Akibatnya stres meningkat dan terjadilah
peradangan dalam tubuh. Rusaklah kulit.
Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Clinics in Dermatology membuktikan hubungan antara kualitas kulit dengan kurang tidur bisa menjadi lingkaran setan. Apalagi jika mengalami kondisi atopic dermatitis atau eczema (eksim) yang menyebabkan seseorang menggaruk kulitnya sepanjang malam.
Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Clinics in Dermatology membuktikan hubungan antara kualitas kulit dengan kurang tidur bisa menjadi lingkaran setan. Apalagi jika mengalami kondisi atopic dermatitis atau eczema (eksim) yang menyebabkan seseorang menggaruk kulitnya sepanjang malam.
"Kurang tidur bisa menyebabkan hormon stres dalam tubuh meningkat hingga memperparah peradangan kulit yang ditandai dengan rasa panas, bengkak, nyeri, dan gangguan fungsi organ tubuh, seperti pada kasus jerawat atau psoriasis," kata asisten profesor klinis dermatologi di SUNY Downstate Medical Center serta pendiri Art of Dermatology di New York Jessica Krant, M.D., MPH.
Setidaknya ada enam alasan kenapa kurang tidur bisa mengurangi kesehatan kulit dan tubuh secara umum seperti dikutip dari Huffington Post, Rabu (27/3/2013).
Sensitivitas meningkat
Meningkatnya inflamasi ditandai dengan meningkatnya jerawat, sensivitas kulit, reaksi alergi dermatitis kontak, dan dermatitis pengganggu. Kondisi kulit yang lebih parah berarti harus melakukan perawatan kulit dengan lebih.
Kolagen pecah
Peningkatan sel-sel inflamasi pada tubuh menuntun peningkatan pecahnya kolagen dan hyaluronis acid, molekul yang membuat kulit bersinar, mental, dan tembus.
Menurunnya sistem kekebalan
Meningkatnya peradangan dalam tubuh menurunkan sistem kekebalan tubuh. Itu tidak hanya menyebabkan sering sakit, tapi juga meningkatkan penyakit kulit seperti psoriasisdan eksim. Psoriasis bukan hanya penyakit kulit, tapi juga indikator peradangan tubuh.
"Banyak orang dengan psoriasis berat memiliki peningkatan risiko serangan jantung, yang menjadi alasan untuk mengurangi stres dan mendapat kualitas tidur yang baik," kata Dr Krant.
Keseimbangan air terganggu
Ketika sedang tidur, tubuh menyeimbangkan cairan sehingga kulit bisa memulihkan kelembaban. Kurang tidur menyebabkan rusaknya keseimbangan air dalam tubuh. Itu menyebabkan kantung bawah mata bengkak dan membuat lingkaran hitam. Ditambah lagi kulit akan kering dan keriput.
Hormon pertumbuhan kurang
Selama tidur nyenyak, hormon pertumbuhan yang memperbaiki sel rusak akan muncul. Tanpa waktu tidur cukup, itu tak akan terjadi. Jadi, kurang tidur meminimkan pasokan hormon pertumbuhan dan mudah tua akhirnya.
Mengatur berat
Tidur membantu mengatur berat badan yang baik untuk kulit. Tidur mengurangi rasa lapar. Studi terbaru menghubungkan kurang tidur menyebabkan ngemil berlebih dan konsumsi kalori.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH