Reyoet, New York: Seorang peneliti sekaligus
asisten profesor Sosiologi dari University of Cincinnati, Corinne Reczek
mengatakan bahwa dalam jangka waktu yang cukup panjang sebanyak 20
persen melakukan pernikahan heterokseksual, dan 15 persen diikuti dengan
pernikahan remaja sesama jenis, baik itu gay atau lesbi.
Cukup
mengagetkan memang, di Amerika Serikat aktivitas seksual antara
gadis-gadis muda dilaporkan mengalami kenaikkan yang cukup tajam dalam
dekade terahir, sementara kehamilan remaja akibat seks bebas dilaporkan
menurun.
Analisis baru dari hasil National Survey of Family
Growth (NSFG) di Amerika Serikat telah mengungkapkan pergeseran yang
cukup mengejutkan dari aktivitas seksual ini.
Setelah
membandingkan hasil dari NSFG tahun 2002 dan angka yang dikumpulkan
antara tahun 2006 dan 2008, ditemukan bahwa sebanyak 11 persen dari
gadis berusia 17 tahun dalam statistik yang lebih baru, telah terlibat
kontak seksual dengan gadis-gadis lainnya, dibandingkan dengan hanya
lima persen pada tahun 2002.
Gadis-gadis tersebut juga
mengklaim telah melakukan hubungan seksual secara signifikan kurang dari
heteroseksual yang hanya 46 persen pada tahun 2006 sampai 2008,
dibandingkan dengan 63 persen pada tahun 2002.
Sangat
disayangkan apabila gadis-gadis tersebut memilih hal seperti itu.
Padahal, banyak faktor buruk dari kesehatan yang mengintai dirinya.
"Dalam pernikahan heteroseksual, perempuan menanggung beban menjadi
'polisi kesehatan'. Akan tetapi, di dalam hubungan homoseksual atau
lesbi, pasangan lebih cenderung saling mempengaruhi kebiasaan kesehatan
masing-masing untuk lebih baik atau lebih buruk," kata Corrine seperti
dilansir Mid-day, Selasa (19/3/2013).

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH