Reyoet: Minuman berenergi dapat meningkatkan
tekanan darah dan mengganggu irama detak jantung. Demikian hasil
penelitian yang disampaikan pada temu ilmiah Asosiasi Jantung Amerika
2013, Rabu (27/03/2013) menyebutkan.
Para peneliti menganalisa
data dari tujuh publikasi sebelum ini yang menyimpulkan bahwa
mengunsumsi minuman berenergi dapat berakibat pada kesehatan jantung.
Pada
bagian pertama analisa, para peneliti mempelajari jarak QT pada 93
orang yang baru mengonsumsi satu hingga tiga kaleng minuman berenergi.
Mereka menemukan bahwa interval QT mereka adalah 10 milidetik lebih lama
ketimbang mereka yang tidak minum.
Jarak QT adalah bagian yang
menggambarkan irama detak jantung pada alat elektrokardiogram, yang
apabila lebih panjang bisa menyebabkan detak yang tidak beraturan dan
atau menimbulkan kematian mendadak akibat gagal jantung.
Dokter
biasanya mengkhawatirkan pasien yang mengalami tambahan 30 milidetk
dalam interval QT dari angka dasar, kata Sachin Shah, kepala peneliti
dari universitas Pacific di California.
Peneliti juga mendapati
bahwa tekanan darah sistolik, angka tertinggi pada tekanan darah, naik
rata-rata 3,5 titik pada 132 responden yang diperiksa.
"Kaitan
antara minuman berenergi dengan peningkatan tekanan darah sistolik cukup
meyakinkan dan ini mengkhawatirkan, lebih banyak penelitian
diperlukan untuk menguji dampak pada detak jantung," Shah menuturkan.
Pasien dengan tekanan darah tinggi dan sindroma QT lama, harus berhati-hati untuk memutuskan mengonsumsi minuman berenergi.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH