Reyoet, Massachusetts, AS: Minuman bergula atau
gula sendiri mungkin boleh sesekali Anda konsumsi. Namun, bila itu
terjadi seringkali dan tidak bisa dihentikan, Anda bakal tercancam
kematian.
Seperti dikutip dari Fox News, Senin (26/3/2013), penelitian terbaru menyebutkan bahwa konsumsi soda dan minuman berpemanis lainnya merupakan penyebab umum ribuan kematian yang terjadi di seluruh dunia. Ini terjadi terutama karena gula menyebabkan diabetes mellitus atau kencing manis.
Seperti dikutip dari Fox News, Senin (26/3/2013), penelitian terbaru menyebutkan bahwa konsumsi soda dan minuman berpemanis lainnya merupakan penyebab umum ribuan kematian yang terjadi di seluruh dunia. Ini terjadi terutama karena gula menyebabkan diabetes mellitus atau kencing manis.
Salah kematian yang terjadi akibat kencing manis terbukti beberapa waktu lalu di Indonesia. Artis dan komedian Tata Dado meninggal dunia karena penyakit ini. Dan kalau disebutkan satu per satu, bakal banyak deretan nama yang bakal tersusun.
Tak heran bila para peneliti di Amerika mengatakan bahwa konsumsi minuman berpemanis berkaitan dengan 180.000 kematian per tahun di seluruh dunia, termasuk 25.000 kematian setiap tahunnya di Amerika.
Dari 15 negara terpadat penduduknya, Meksiko adalah negara dengan tingkat kematian tertinggi terkait minuman, yaitu 318 kematian setiap tahunnya per satu juta orang orang dewasa. Sedangkan Jepang merupakan negara terendah dengan 10 kematian per satu juta orang dewasa tiap tahun.
Penelitian sebelumnya menunjukkan dengan jelas konsumsi minuman berpemanis bisa meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti diabetes, jantung, dan kanker.
"Temuan kami harus mendorong para pembuat kebijakan di dunia untuk membuat kebijakan yang efektif untuk mengurangi konsumsi minuman berpemanis. Caranya dengan meninggikan pajak, kampanye media massa, dan mengurangi produksi minuman," kata peneliti Harvard School of Public Health di Boston, Massachusetts Gitanjali M. Singh.
Namun, para ahli memperingatkan bahwa studi tersebut hanya menemukan hubungan dan tidak membuktikan bahwa konsumsi minuman berpemanis otomatis menyebabkan kematian. Direktur Prevention Research Center di Yale University School of Medicine Dr. David Katz mengatakan, "diet dengan lebih banyak kalori adalah diet yang miskin secara keseluruhan. Diet ini juga lebih banyak menumpuk pati dan sodium, lemak trans, bahkan bahan kimia lain."
Studi baru yang dilakukan di 114 negara yang melihat survei atas kebiasaan diet untuk menilai minuman berpemanis dengan jumlah kematian akibat penyakit tertentu juga membandingkan efek minuman manis dengan berat badan. Kenaikan berat badan disebutkan berisiko menyebabkan kematian akibat kardiovaskular, diabetes, dan kanker.
Secara keseluruhan, konsumsi minuman berpemanis berkaitan dengan 133.000 kematian akibat diabetes, 44.000 kematian akibat sakit jantung, dan 6000 kematian akibat kanker.
The American Heart Association merekomendasikan agar orang dewasa mengonsumsi tidak lebih dari 450 kalori per minggu dari minuman berpemanis dari 2000 kalori diet per hari.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH