Reyoet: Aktivis Komisi Nasional Pengendalian
Tembakau Komnas Tembakau dr Hakim Sorimuda Pohan menyatakan, nikotin
merupakan "raja" di antara zat adiktif lainnya seperti kopi, ganja,
alkohol, heroin dan morfin.
"Dari banyak zat adiktif yang paling
ringan adalah kopi, kemudian mariyuana, alkohol, heroin dan morfin. Tapi
karena rokok yang mengandung nikotin, seseorang bisa terjebak dengan
zat adiktif lainnya," kata Hakim Sorimuda Pohan di Jakarta seperti
dikutip Antara, Jumat (22/03/2013).
Mantan anggota Komisi IX DPR
itu mengatakan zat adiktif adalah zat yang menimbulkan ketergantungan
atau kecanduan. Bila sudah kecanduan, kepenggunaan zat adiktif itu akan
menyebabkan seseorang uring-uringan atau sakau.
Hal yang sama
terjadi pada pecandu kopi. Sehari saja dia tidak meminum kopi yang
mengandung kafein, maka pecandu kopi itu akan uring-uringan atau sakau
dalam skala ringan. Semakin tinggi tingkatan zat adiktifnya, maka
tingkat sakau dan uring-uringannya juga semakin tinggi.
"Masalahnya, perokok sering merasa tindak lengkap kalau tidak merokok dengan ditemani kopi. Kalau sudah begitu, maka kecanduannya semakin banyak," tuturnya.
Dari kecanduan merokok pula, seseorang bisa mengenal ganja, kemudian mengonsumsi alkohol, heroin dan morfin. Namun, orang seringkali lupa bahwa rokok adalah candu yang paling kuat.
"Masalahnya, perokok sering merasa tindak lengkap kalau tidak merokok dengan ditemani kopi. Kalau sudah begitu, maka kecanduannya semakin banyak," tuturnya.
Dari kecanduan merokok pula, seseorang bisa mengenal ganja, kemudian mengonsumsi alkohol, heroin dan morfin. Namun, orang seringkali lupa bahwa rokok adalah candu yang paling kuat.
Hakim
mengatakan, salah satu alasan orang untuk merokok adalah untuk
mendapatkan inspirasi. Menurut dia, hal itu sama sekali tidak benar
karena rokok mengandung 6.000 bahan kimia dan 63 diantaranya adalah zat
karsinogenik yang mengakibatkan kanker.
"Perokok merasa mendapat
inspirasi setelah merokok karena dia sakau saat tidak merokok. Karena
sakau itu dia merasa tidak bisa berkonsentrasi apalagi mendapatkan
inspirasi. Sakau itu sebenarnya yang mengganggu munculnya inspirasi,"
katanya.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH