Friday, April 5, 2013

Malware Bersembunyi di Aplikasi, Ini Cara Menghindarinya

Reyoet, Jakarta: Aplikasi kini banyak digunakan oleh pengguna perangkat mobile canggih. Namun tak sedikit aplikasi yang disusupi dengan program berbahaya (malware) yang bisa mengundang virus masuk ke dalam perangkat mobile tanpa diketahui.

Trojan Horse adalah salah satu malware yang banyak disisipkan pada aplikasi, agar pengguna tak menyadari bahwa handsetnya sudah terinfeksi virus. Berikut ini cara menghindari perangkat agar tidak disusupi malware, yang dirangkum Reyoet dari berbagai sumber.

1. Baca Permission dan Ketentuan Aplikasi

Seringkali kita tak memperhatikan ketentuan maupun permission dari aplikasi yang akan kita install. Padahal, kedua hal tersebut berisi penjelasan seputar data apa saja yang akan diakses aplikasi ketika sudah terinstall di perangkat yang kita gunakan.

Sebaiknya hindari aplikasi yang meminta izin akses pada data pribadi seperti nomor telepon atau pesan singkat maupun data pribadi lainnya yang kita miliki. Karena bukan tak mungkin nantinya data pribadi kita akan dimanfaatkan ketika ternyata aplikasi tersebut berisi malware.

2. Periksa Review
Aplikasi yang disediakan oleh toko aplikasi seperti Google Store, Apple App Store dan layanan sejenis biasanya menampilkan review dari para pengguna yang sudah lebih dulu mengakses aplikasi tersebut.

Perhatikan penilaian yang mereka berikan agar kita tahu bagimana aplikasi tersebut berjalan, kekurangan dan kelebihannya beserta informasi lainnya yang mungkin berguna bagi Anda sebelum memakai aplikasi tersebut.

3. Hindari Aplikasi 'Modifikasi'
Aplikasi berbayar seringkali membuat kita enggan untuk memakainya. Ketika kita membutuhkannya, tak jarang kita memilih aplikasi modifikasi maupun bajakan yang dilakukan pihak lain agar bisa menggunakan aplikasi berbayar menjadi gratis.

Namun, tak ada makan siang gratis. Setiap hal tentu ada resikonya. Ketika Anda menginstal aplikasi berbayar yang 'digratiskan' oleh pihak non-pembuat mungkin saja aplikasi tersebut sudah mendapat modifikasi berupa bahasa program yang berbahaya. Nantinya aplikasi tersebut bisa saja mengundang virus masuk ke perangkat kita dan melakukan hal yang tidak kita inginkan.

4. Instal Dari Toko Aplikasi Resmi
Toko aplikasi resmi memang lebih mudah diakses dari perangkat yang kita pakai. Terlebih perangkat yang menggunakan sistem operasi populer seperti Androi, iOS, Windows Mobile maupun BlackBerry.

Sayangnya, tak sedikit orang yang memilih untuk men-download APK aplikasi dari situs pihak ketiga ataupun tak resmi. Seperti kita ketahui, toko aplikasi resmi yang disediakan pembuat sistem operasi telah melakukan filterasi pada setiap aplikasi yang dijual di dalamnya. Sedangkan pihak lain belum tentu melakukan hal serupa.

Hal itu bisa saja menjadi bumerang bagi kita karena bukan tak mungkin aplikasi yang disediakan pihak ketiga tersebut sudah terinfeksi virus berbahaya.

5. Pakai Antivirus Terpercaya
Langkah ini merupakan jurus pamungkas untuk menghindari masuknya virus menginfeksi perangkat kita tanpa izin. Gunakan aplikasi antivirus yang sudah dikenal memiliki kinerja bagus dan terpercaya.

Pilihan antivirus berbayar maupun gratis sekarang sudah banyak disediakan oleh perusahaan pembuat antivirus di toko aplikasi. Tapi, tentu yang berbayar jelas memiliki fitur dan proteksi lebih daripada yang gratis.

No comments:

Post a Comment

KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH

Followers