Reyoet, Jakarta: Kanker
paru-paru bukan lagi satu-satunya penyakit yang akan menyerang para
perokok aktif. Meningitis atau radang selaput otak rentan menular pada
para pengisap barang beracun ini.
Indonesia memang bukan negara asal meningitis, namun orang Indonesia banyak yang menjadi pembawa meningitis.
Menurut
Spesialis Penyakit Dalam dari Divisi Alergi Imunologi Klinik Departemen
Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD KAI,
FINASIM, pada perokok aktif akan terjadi infeksi saluran pernafasan yang
menyebabkan tenggorokan turun saat dilakukan pemeriksaan.
"Begitu
ia ke luar negeri, terutama ke daerah-daerah epidemik meningitis
seperti Afrika dan Mekkah, risiko penularan ke dirinya akan cepat
sekali," kata Iris saat acara 'Saatnya Bekali Diri untuk Lindungi Bangsa, Cegah Meningitis' bersama Novartis, Jakarta, Rabu (24/4/2013).
Iris
dengan tegas mengatakan, 99 persen meyakini seorang perokok berat akan
mudah terkena meningitis, karena tenggorokannya turun.
Meningitis
merupakan penyakit berbahaya yang paling gampang penularannya.
Penularannya dapat melalui udara dan makanan yang terkontaminasi.
Karena itu, dirinya mengimbau kepada seluruh perokok untuk menghentikan kebiasaannya dan melakukan vaksinasi jika hendak bepergian.
Karena itu, dirinya mengimbau kepada seluruh perokok untuk menghentikan kebiasaannya dan melakukan vaksinasi jika hendak bepergian.
"Lebih
baik mencegah daripada mengobati. Jika orang sudah terkena meningitis,
ia akan mengeluarkan uang lebih dari Rp 2 juta untuk pengobatan. Tapi,
bila ia mencegah dan sadar bahaya meningitis, tak perlu mengeluarkan
uang sebesar itu," tambahnya.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH