Reyoet, Jakarta: Apakah telinga Anda sering
terasa pengang? Seperti ada dengungan dalam telinga Anda? Jika Anda
pernah mengalaminya, jangan anggap hal itu sebagai hal yang biasa-biasa
saja. Mungkin saja Anda mengalami sebuah kondisi yang disebut dengan
istilah tinnitus.
Deskripsi
Seperti dikutip Mayo Clinic, Jumat (2/8/2013), tinnitus adalah sebuah kondisi ketika Anda mendengar
suara dengungan di dalam telinga Anda sendiri. Ketika Anda mengalami hal
ini, mungkin saja ini menjadi pertanda bahwa telinga Anda sedang atau
akan mengalami gangguan, seperti cedera atau bahkan kemampuan
pendengaran akan menghilang.
Kondisi ini memang tidak terlalu serius dan
biasanya hilang dengan sendirinya, namun hal ini mungkin akan menganggu
Anda ketika mendengarkan suara dari luar. Tinnitus dibedakan menjadi
dua jenis, yaitu:
1. Tinnitus subyektif
Suatu kondisi di
mana suara dengungan yang ada dalam telinga hanya dapat Anda dengarkan
sendiri, orang lain tidak bisa mendengarkannya. Ini merupakan jenis yang
paling umum dari tinnitus. Adanya masalah pada telinga bagian luar,
tengah, atau dalam dan masalah pada saraf pendengaran (auditory) dan
pada bagian otak yang berfungsi menafsirkan sinyal saraf sebagai suara
(jalur pendengaran), mungkin menjadi penyebab dari jenis tinnitus ini.
2. Tinnitus obyektif
Suatu
kondisi di mana suara dengungan yang ada dalam telinga dapat
didengarkan oleh orang lain, salah satunya dokter, ketika ia memeriksa
telinga Anda. Ini merupakan jenis langka dari tinnitus yang mungkin
disebabkan oleh masalah pada pembuluh darah, kontraksi otot, dan kondisi
tulang telinga bagian dalam.
Kondisi ini dapat dialami oleh siapa
saja. Terutama orang tua yang berumur lebih dari 60 tahun. Sebab,
semakin tua usia seseorang, kemampuan organ pendengaran juga ikut
berkurang. Selain itu, jumlah serabut saraf yang berfungsi dalam telinga
Anda menurun. Hal ini akan menimbulkan masalah pada pendengaran dan
sering dikaitkan dengan tinnitus. Bila dibandingkan dengan wanita, kaum
pria lah yang lebih berisiko mengalami hal ini. Ketika Anda mengalami
hal ini, Anda mungkin akan mengalami masalah pada sikulus tidur, sulit
berkonsentrasi, memori otak bermasalah, sering lelah, depresi, stres,
dan mudah tersinggung. Namun, apabila Anda mengobatinya dengan cepat,
suara bising dalam telinga Anda dapat berkurang dan tinnitus
berangsur-angsur membaik.
Gejala
Umumnya,
ketika Anda mengalami tinnitus, Anda akan mendengarkan suara-suara
dengungan dalam telinga Anda. Jenis suara tersebut bervariasi, misalnya
desisan, detak jantung, dan lain sebagainya. Suara tersebut dapat
bernada rendah dan tinggi dan biasanya akan mempengaruhi salah satu atau
bahkan kedua telinga Anda.
Penyebab
Kemudian, otak akan menafsirkan sinyal yang diterimanya sebagai suara. Namun, jika rambut yang berada dalam telinga Anda bengkok atau patah, hal ini akan mengakibatkan bocornya impuls yang ditujukan ke otak Anda. Itulah yang menyebabkan tinnitus.
1. Kebiasaan merokok
Perokok memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami tinnitus.
2. Sering terpapar oleh suara keras
Jika
telinga Anda sering terpapar oleh suara keras dan berlangsung dalam
jangka waktu yang lama, sel-sel rambut sensori dalam telinga Anda yang
berfungsi untuk mengirimkan suara ke otak Anda akan rusak. Misalnya,
ketika Anda mendengarkan musik dengan volume yang sangat keras. Jika hal
itu berlangsung singkat, mungkin tinnitus akan hilang dengan
sendirinya. Namun, jika hal itu berlangsung dalam waktu yang lama,
mungkin telinga Anda akan mengalami kerusakkan permanen.
3. Kotoran pada telinga
Memang
kotoran pada telinga dapat melindungi saluran telinga Anda dari kuman
penyakit dan dapat memperlambat pertumbuhan bakteri. Namun, jika kotoran
pada telinga tidak pernah Anda bersihkan, kotoran tersebut akan semakin
menumpuk dan tertimbun dalam telinga. Hal ini dapat menganggu
pendengaran Anda, mengiritasi gendang telinga, dan dapat menyebabkan
tinnitus.
4. Perubahan struktur tulang di telinga
Tulang-tulang
di telinga bagian tengah dapat mengalami pengerasan. Dalam istilah
medis, hal itu disebut dengan otosklerosis. Selain itu, telinga Anda
dapat mengalami pertumbuhan tulang yang tidak normal. Jika ini terjadi,
pendengaran Anda akan terganggu dan dapat menyebabkan tinnitus.
5. Penyakit meniere
Penyakit
meniere adalah salah satu gangguan pada telinga bagian dalam yang
disebabkan oleh tekanan abnormal fluida. Tinnitus dapat menjadi
indikator awal dari penyakit ini.
6. Gangguan TMJ
Gangguan
TMJ adalah gangguan yang menyebabkan masalah pada sendi
temperomandibular, sendi yang berada di tiap sisi di kepala dan di depan
telinga Anda, di mana tulang rahang bawah akan memenuhi bagian
tengkorak Anda. Jika Anda mengalami hal ini, Anda juga mungkin akan
mengalami tinnitus.
7. Cedera kepala atau cedera leher
Luka
berat pada kepala atau leher dapat mempengaruhi telinga bagian dalam,
saluran pendengaran, dan mengganggu fungsi otak yang terkait dengan
pendengaran. Cedera seperti ini biasanya akan menyebabkan tinnitus pada
satu telinga saja.
8. Neuroma akustik
Sebuah kondisi di mana
tumor jinak (tidak berbahaya) berkembang pada saraf kranial yang
berfungsi mengontrol keseimbangan dan kemampuan pendengaran. Kondisi ini
biasanya akan menimbulkan tinnitus dalam satu telinga.
9. Gangguan pembuluh darah
- Tekanan darah tinggi (hipertensi): Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi dan disebabkan oleh faktor-faktor seperti stres, konsumsi alkohol dan kafein, Anda mungkin akan mengalami tinnitus
- Atherosclerosis: Suatu kondisi di mana pembuluh arteri mengalami penyempitan akibat adanya penumpukan kolestrol dan endapan lain dalam tubuh. Akibatnya, aliran darah dalam tubuh Anda akan terganggu dan biasanya alirannya lebih kuat. Jika ini terjadi, Anda akan mendengar jenis tinnitus pada kedua telinga Anda, seperti ada denyutan jantung pada kedua telinga Anda.
- Tumor pada kepala atau leher: Tumor yang tumbuh di kepala atau di leher dapat menekan pembuluh darah. Hal ini dapat menyebabakna tinnitus dan menimbulkan gejala lain.
- Aliran darah turbulen: Ketika arteri karotid atau vena jugularis yang ada di leher mengalami penyempitan atau pengkusutan, aliran darah menjadi tidak teratur (turbulen) dan dapat menyebabkan tinnitus.
- Malformasi kapiler: Sebuah kondisi yang disebut arteriovenous malformation (AVM), koneksi abnormal antara arteri dan vena, dapat menyebabkan tinnitus. Jenis tinnitus ini umumnya hanya terjadi pada satu telinga.
10. Jenis obat yang dikonsumsi
Beberapa
jenis obat ternyata dapat menyebabkan bahkan memperburuk tinnitus,
misalnya antibiotik (polimiksin B, eritromisin, vankomisin, neomycin),
obat kanker (mechlorethamine, vincristine), pil air atau diuretik
(bumetanide, asam ethacrynic, furosemide), obat kina yang digunakan
untuk malaria, antidepresan, dan aspirin yang diambil dalam dosis
tinggi. Semakin tinggi dosis obat yang Anda konsumsi, semakin buruk pula
tinnitus yang Anda alami. Tinnitus mungkin dapat menghilang dengan
sendirinya ketika Anda menghentikan penggunaan obat-obatan tersebut.
Pengobatan
Sebelum
melakukan pengobatan, dokter akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan
pada telinga, kepala, dan leher Anda untuk mencari penyebab dari
tinnitus yang Anda alami. Dokter biasanya akan melakukan jenis
pemeriksaan, seperti:
1. Audiologi
Ini merupakan ujian
mendengar. Anda akan duduk di sebuah ruangan kedap suara dan mengenakan
earphone untuk mendengarkan suara tertentu. Anda diminta untuk
memberitahukan suara apa yang keluar dari earphone tersebut. Setelah
itu, hasilnya akan dibandingkan dengan hasil normal untuk usia Anda.
Dengan melakukan tes ini, dokter dapat mengidentifikasi penyebab
tinnitus.
2. Tes gerakan
Dokter akan meminta Anda untuk
menggerakan bola mata, membuka dan menutup rahang, memindahkan leher,
lengan, dan kaki Anda. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi apakah
ada gangguan tulang yang dapat menyebabkan tinnitus atau tidak.
3. Tes pencitraan (CT scan atau MRI)
Hal
ini dilakukan bila dokter tidak dapat mengidentifikasi penyebab
tinnitus dengan pemeriksaan fisik. Dokter akan melakukan pemeriksaan
dari bagian dalam tubuh Anda, untuk menemukan hal-hal yang mungkin
menyebabkan tinnitus.
Selain itu, dokter juga akan mencoba
mendengarkan suara yang muncul dari dalam telinga Anda. Jenis suara
tersebut bervariasi dan dapat menentukan penyebab dari tinnitus. Jenis
suara yang muncul ketika Anda mengalami tinnitus, antara lain:
- Suara klik: Jika yang Anda dengarkan adalah bunyi seperti klik, hal ini mungkin disebabkan oleh adanya kontraksi pada otot dalam dan sekitar telinga Anda.
- Suara seperti bersenandung: Suara seperti ini mungkin diakibatkan oleh masalah pada pembuluh darah Anda. Anda mungkin akan mendengarkan jenis suara ini ketika Anda berolahraga atau mengubah posisi Anda, seperti ketika berdiri dan duduk.
- Suara denyut jantung: Masalah pada pembuluh darah, seperti tekanan darah tinggi, aneurisma atau tumor, dan penyumbatan saluran telinga atau tabung estachius, dapat memperkuat suara detak jantung Anda hingga terdengar dalam telinga. Kondisi ini disebut dengan tinnitus berdenyut.
- Suara bernada rendah: Jika Anda mengidap penyakit meniere, mungkin Anda akan mendengarkan suara bernada rendah dalam telinga Anda. Namun, suara tersebut dapat menjadi sangat keras ketika Anda mendapatkan serangan vertigo.
- Suara bernada tinggi: Paparan suara yang sangat keras dapat menimbulkan tinnitus dengan suara bernada tinggi dalam telinga Anda. Hal ini dapat hilang dengan sendirinya atu bahkan permanen.
- Berbagai jenis suara: Kotoran telinga, benda asing, dan rambut di liang telinga dapat bergesekkan dengan gendang telinga. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya berbagai suara dalam telinga Anda.
Apabila penyebab
tinnitus sudah diketahui, dokter akan menentukkan jenis pengobatan yang
dapat dilakukan untuk mengatasi tinnitus yang Anda alami. Jenis
pengobatan yang diambil disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya.
Dokter mungkin akan memberikan beberapa pilihan pengobatan yang dapat
mengurangi dan menyembuhkan tinnitus, seperti:
Membersihkan
kotoran telinga: Bila kotoran telinga yang mengendap dalam telinga Anda
dibersihkan, mungkin gejala tinnitus dapat berkurang dan
berangsur-angsur membaik.
Pengobatan pembuluh darah: Jika penyebab tinnitus adalah akibat gangguan pada pembuluh darah, dokter mungkin akan memberikan resep obat atau bahkan melakukan operasi untuk mengatasi masalah tersebut.
Pengobatan pembuluh darah: Jika penyebab tinnitus adalah akibat gangguan pada pembuluh darah, dokter mungkin akan memberikan resep obat atau bahkan melakukan operasi untuk mengatasi masalah tersebut.
Selain itu, dokter mungkin akan memberi
rekomendasi kepada Anda untuk menggunakan perangkat elektronik yang
dapat mengurangi suara bising dalam telinga sekaligus membantu
pendengaran Anda. Berikut jenis-jenisnya:
1. Mesin white noise
Perangkat
elektronik ini akan menghasilkan simulasi suara lingkungan, seperti
bunyi gelombang air laut dan bunyi air hujan. Seringkali, pengobatan ini
efektif untuk menangani tinnitus.
2. Alat bantu dengar
Alat ini akan sangat membantu jika Anda memiliki masalah pada pendengaran dan tinnitus.
3. Perangkat masking
Bentuknya
mirip dengan alat bantu dengar dan dikenakan di telinga. Perangkat ini
akan menghasilkan suara bernada rendah yang dapat menekan gejala
tinnitus.
Namun, jika tinnitus yang Anda alami sudah tergolong
parah dan tidak dapat diobati oleh jenis pengobatan seperti di atas,
dokter mungkin akan memberikan resep obat yang mungkin dapat mengurangi
keparahan gejala dan meminimalisir komplikasi. Jenis obat untuk
tinnitus, antara lain:
- Antidepresan trisiklik (Amitriptyline dan Nortriptyline): Jenis obat ini telah berhasil menangani beberapa kasus tinnitus. Namun, jenis obat ini hanya digunakan bagi penderita tinnitus yang tergolong parah. Selain itu, obat ini juga memberikan beberapa efek samping yang mungkin mengganggu Anda, seperti mulut kering, penglihatan kabur, sembelit, dan menimbulkan masalah pada organ jantung.
- Alprazolam (Niravam, Xanax): Jenis obat ini dapat membantu mengurangi gejala dari tinnitus. Obat ini juga memeberikan efek samping, seperti kantuk dan mual.
Namun, jika obat di atas
menjadikan tinnitus semakin parah dan tidak dapat membaik, dokter
mungkin akan menghentikan penggunaan jenis obat tersebut dan akan
beralih ke jenis obat lain.
Di samping itu, Anda juga dapat
melakukan pengobatan alternatif yang telah terbukti bekerja untuk
mengatasi tinnitus. Akupuntur dan hipnoterapi merupakan jenis terapi
alternatif yang terlah dicoba dan berhasil menangani tinnitus.
Setelah
mengetahui beberapa faktor yang dapat menyebabkan tinnitus, mungkin
Anda dapat melakukan beberapa hal seperti berikut ini:
- Mengurangi atau bahkan tidak mengkonsumsi alkohol: Alkohol dapat meningkatkan kekuatan dari aliran darah sekaligus melebarkan pembuluh darah. Jika Anda gemar mengkonsumsi alkohol dalam jumlah yang besar, Anda harus menguranginya atau bahkan menghindarinya.
- Belajar mengelola stres: Bila Anda telah mengetahui bahwa stres menjadi penyebab dari tinnitus yang Anda alami, Anda harus belajar untuk mengelola stres Anda, misalnya dengan melakukan terapi relaksasi, biofeedback, dan olahraga. Itu mungkin dapat mengurangi rasa stres yang Anda alami.
- Menjaga kesehatan jantung: Olahraga dengan teratur dan mengkonsumsi makanan yang sehat dapat menjaga pembuluh darah Anda tetap sehat sekaligus mencegah timbulnya tinnitus.
- Mengurangi volume suara: Jika Anda sering mendengarkan hal-hal yang terpapar dengan suara keras, Anda harus belajar untuk mendengarkannya dengan volume suara yang lebih rendah.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH