Reyoet: AMD atau Age-related Macular
Degenaration merupakan kondisi menurunnya kemampuan melihat. Kebanyakan
karena usia menua dan faktor keturunan. Sebagian besar karena gaya
hidup.
Menurut dr. Elvioza, Sp.M (K), dalam acara 'Cegah Kebutaan Akibat Age-related Macular Degeneration (AMD) dari Sekarang',
di Indonesia pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai AMD ini masih
minim. Sehingga, penderita biasanya tidak menyadari hal ini.
"Ditambah
lagi, AMD kerap muncul tanpa adanya gejala terlebih dahulu (silent
killer)," ujar dr Elvioza, di kawasan Epicentrum, yang ditulis Minggu
(4/8/2013).
Lebih lanjut Elvioza menjelaskan, AMD merupakan
penyakit kebutaan yang disebabkan adanya kerusakan makula pada bola
mata. Makula atau biasa dikenal dengan bintik kuning, berfungsi untuk
menyaring sinar yang dapat merusak mata dengan mengikat radikal bebas,
yang dipancarkan oleh sinar biru (blue rays).
"Sinar biru ini
biasanya menyerang melalui sinar telepon genggam, komputer, televisi,
dan sinar matahari. Untuk itu, rutinlah cek mata 6 bulan sekali atau
setahun sekali," tambahnya.
Hindari faktor risiko
Menurut
dr. Elvioza, ada beberapa faktor risiko yang sebenarnya dapat
dihindari. Akan tetapi, ada juga faktor risiko yang tidak dapat
dihindari.
"Umpamanya ada wanita yang keturunan AMD, itu kan kita
tidak bisa menghindarinya. Apa boleh buat. Begitu pun dengan umur di
atas 50 tahun, kita pun tidak dapat menghindarinya," kata dr. Elvioza.
Bagi
Elvioza, yang dapat dihindari adalah gaya hidup. Seperti faktor risiko
merokok, alkohol, yang semuanya itu dapat dihindari. "Itu kan faktor
risiko yang kita bikin-bikin sendiri, bukan?" tambahnya.
Kemudian
makanan yang tidak sehat juga merupakan faktor risiko yang dibuat
sendiri oleh manusianya. Faktor risiko yang dapat dihindari itulah yang
dapat dijadikan pencegahan.
Lebih lanjut Elvioza menuturkan, ada
baiknya untuk setiap orang lebih banyak mengonsumsi buah dan sayuran.
Terlebih sayuran berwarna hijau. Sayuran berwarna hijau, dipercayai
dapat membuat mata yang mengonsumsinya senantiasa sehat. "Kalau
seseorang makan nggak ada warna hijaunya, nggak ada serat-seratnya itu
makanan yang enggak sehat untuk mata," jelasnya.
Alat pendeteksi Macular Pigment level pertama di Indonesia
Pemeriksaan makula saat ini dapat dilakukan dengan mudah karena telah ada alat yang bernama Macular Pigment Screener II. Alat ini merupakan pendeteksi dini AMD dan sudah di Indonesia.
Sebagai
pihak yang memperkenalkan alat ini ke khalayak ramai, PT SOHO Global
Medika berharap setiap individu semakin peduli terhadap matanya.
Dengan
alat canggih yang baru akan diluncurkan secara resmi akhir Agustus
mendatang, pasien dapat mengetahui apakah pigmen makula dalam kondisi
sehat hanya dalam 2 menit.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH