Reyoet, Harare: Ramuan herbal yang belum diuji
secara medis kabarnya bisa mengembalikan keperawanan wanita. Namun, ahli
kesehatan mewanti-wanti bahaya dari obat-obatan tersebut. Sebagian
besar obat-obatan itu bisa membuat wanita berisiko terkena kanker
serviks.
Onkologi Zimbabwe, Anna Nyakabau mengatakan, wanita harus berhenti
menggunakan obat-obatan yang belum teruji secara medis ke organ
genitalnya karena bisa meningkatkan risiko tertular virus yang
menyebabkan kanker serviks.
"Penggunaan produk asing dalam vagina
bisa meningkatkan risiko infeksi dan menyebabkan jaringan parut serta
penyempitan saluran vagina. Ini meningkatkan risiko infeksi Human
Papilloma Virus (HPV) yang merupakan penyebab utama kanker serviks dan
infeksi HIV yang meningkatkan risiko infeksi HPV karena efek penekan
kekebalan tubuh," kata Nyakabau seperti dikutip Newsday, Kamis (17/10/2013).
Peringatan
ini menyusul adanya laporan wanita yang berbondong-bondong ke tempat
seperti Mupedzanhamo di Mbare. Di sana ada pengobatan yang menjanjikan
bisa meningkatkan seks serta krim herbal untuk mengembalikan keperawanan
seharga mulai US$ 5 hingga US$ 20 tergantung ukuran botol dan
efektivitas produk.
HPV merupakan virus yang menyebabkan kanker
serviks yang ditularkan secara seksual dan HPV tipe 16 dan 18 yang
menyebabkan sekitar 70 persen kanker serviks.
"Ada hubungan antara
menjadi aktif secara seksual pada usia muda dan risiko yang lebih
tinggi terkena kanker serviks. Namun, jika seorang wanita mengembangkan
kanker serviks, itu tidak berarti dia memiliki beberapa pasangan
seksual, atau lebih cepat aktif secara seksual dibanding kebanyakan
perempuan lain," kata Nyakabau.
Dia juga mengatakan wanita dengan
sistem kekebalan yang lemah seperti orang-orang dengan HIV dan AIDS atau
penerima transplantasi dengan minum obat imunosupresif juga berisiko
tinggi mengembangkan kanker serviks.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH