Reyoet, Jakarta: Jumlah perokok aktif masih saja
tinggi meski sudah tahu rokok bisa berbahaya buat kesehatan. Kebanyakan
perokok mengatakan, sampai detik ini dirinya masih baik-baik saja dan
tidak mengalami sakit seperti yang selama ini diinformasikan.
Kepala Pusat Promosi Kesehatan Republik Indonesia, dr. Lily S
Sulistyowati. MM mengatakan, perokok harus tahu bahwa penyakit yang
disebabkan karena rokok tidak akan langsung dirasakannya. Sebab,
penyakit itu seperti tabungan di masa akan datang.
"Ini kan tidak
seperti makan cabai, yang langsung berasa pedasnya. Penyakit itu mungkin
tidak muncul sekarang. Tapi, tiga atau lima tahun yang akan datang kita
kan tidak pernah tahu," kata dr Lily S Sulistyowati kepada Liputan6.com, ditulis Kamis (31/10/2013)
Lebih
lanjut Lily mengatakan, terlebih untuk perokok usia remaja sebisa
mungkin menghentikan kebiasaannya itu. Jangan sampai, orangtua atau
dirinya sendiri mengeluarkan uang lebih hanya untuk mengobati penyakit
yang disebabkan karena perilakunya sendiri.
"Hati-hati, penyakit
jantung, kanker mulut, dan penyakit berbahaya mengintai para perokok.
Memang tidak dirasakan sekarang, tapi di mana yang akan datang,"
pungkasnya. Jadi, rokok memang pelan-pelan menghancurkan.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH