Reyoet, Jakarta: Daging sapi dan kambing menjadi
santapan utama usai pemotongan daging kurban di Hari Raya IdulAdha.
Namun jangan lupa, daging sapi dan kambing sama-sama merupakan daging
merah yang tinggi lemaknya. Dan jangan berlebihan mengonsumsinya.
Demikian disampaikan Konsultan Gastroenterologi Rumah Sakit Cipto
Mangunkusomo (RSCM) Universitas Indonesia, DR. Dr. Ari Fahrial Syam,
SpPD K-GEH, FINASIM, MMB, FACP, dalam surat elektroniknya yang dikutip
Liputan6.com, Selasa (15/10/2013).
"Daging kambing merupakan daging
merah lain seperti daging sapi yang mengandung tinggi lemak. Lemak
hewani biasanya mengandung lemak jenuh. Dan lemak jenuh mengandung LDL
lemak jahat yang bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah.
DR
Ari mengatakan, daging kambing dan daging sapi memang mengandung zat
gizi yang dibutuhkan tubuh. Selain lemak, daging kambing juga mengandung
protein hewani. Protein kita butuhkan untuk menggantikan sel-sel yang
rusak dan sebagai zat pembangun. Tetapi, kalau jumlahnya berlebihan akan
mengganggu kesehatan.
"Dan jangan lupa imbangi banyak makan buah dan sayur untuk mengurangi efek samping dari makan daging berlebihan," kata DR Ari.
Selain
itu, makan daging kambing berdampak sembelit. Kalau memiliki penyakit
GERD (penyakit dimana asam atau isi lambung balik arah ke atas), maka
GERDnya akan bertambah parah setelah mengonsumsi daging kambing
berlebihan. Belum lagi efek jangka panjang berupa peningkatan kadar
lemak dan kolesterol darah.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH