Reyoet, Jakarta: Coba untuk tidak selalu menelan
obat ketika sakit kepala menyerang. Ganti dengan segelas air mineral,
dan minumlah pelan- pelan. Bisa jadi, sakit kepala yang Anda rasakan
hanya karena kurang cairan yang menyebabkan dehidrasi.
Dalam acara bertajuk 'Inagurasi Indonesian Hydration Working Group (IHWG) : Tingkatkan Status Hidrasi Masyarakat Menuju Indonesia yang Lebih Sehat',
Spesialis Ahli Gizi Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Indonesia
(FKUI), Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK, mengatakan bila selama ini Anda
merasa sudah cukup dalam mengonsumsi air mineral setiap harinya, tidak
menutup kemungkinan Anda masih mengalami dehidrasi. Sebab, belum tentu
takaran yang masuk ke dalam tubuh Anda benar-benar pas.
"Selain
sakit kepala, gejala dehidrasi lainnya adalah sulit dalam
berkonsentrasi, gampang marah, mengantuk, gangguan pengaturan suhu, dan
bernapas cepat. Selain itu, gangguan fisik juga berpengaruh, seperti
mulut kering, penurunan kualitas urin, kulit memerah, menjadi tidak
sabar, dan apatis," kata Inge Permadhi, di Ruang SAF Fakultas Ilmu
Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Minggu (13/10/2013).
Lebih
lanjut Inge menjelaskan, dehidrasi dapat menyebabkan kondisi yang
membahayakan kesehatan. Untuk itu, mulailah membiasakan dan rutin
mengonsumsi air mineral setiap harinya.
Walaupun Anda sudah merasa banyak minum air mineral dalam sehari, bukan berarti kebutuhan cairan sudah benar-benar terpenuhi.
"Minum
secara teratur yang jumlahnya ditentukan berdasarkan umur, jenis
kelamin, temperatur, aktivitas fisik, kondisi khusus, dan keadaan
lingkungan," tutupnya.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH