Reyoet: Apakah telepon seluler dapat
meningkatkan risiko penggunanya untuk terkena kanker atau gangguan
kesehatan lainnya? Hingga saat ini belum satu orang pun sanggup
memastikan jawabnya. Tapi karena hampir dua miliar alat komunikasi itu
digunakan oleh orang dari berbagai penjuru dunia, maka Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO) memperbarui rekomendasinya tentang penggunaan
alat tersebut.
Dr. Michael Repacholi, koordinator Unit Kesehatan
Lingkungan WHO Sabtu (26/10/2013) mengatakan, meski berbagai riset
hingga kini belum menemukan kaitan antara penggunaan telepon seluler
dengan kesehatan, tapi beberapa di antaranya menemukan konsekuensi
bagian tertentu di kepala yang terpapar radiofrekuensi.
Karena itu WHO juga sudah meminta agar diadakan riset baru untuk memastikan temuan bahwa mobile phone
mungkin dapat menyebabkan perubahan dalam aktivitas otak, kemampuan
beraksi, dan pola tidur. Tapi sambil menunggu data riset tambahan itu,
sebagaimana diberitakan Reuter, 28 Juni, WHO menawarkan panduan praktis
penggunaan telepon seluler seperti berikut:
1. Batasi lama waktu penggunaan telepon seluler.
2- Pertimbangkan menggunakan alat yang disebut hands-free yang dirancang untuk mencegah paparan radiofrekuensi (RF) yang tak diharapkan ke kepada dan bagian tubuh lain.
3. Hindari penggunaan telepon seluler sambil mengemudi.
WHO
berharap agar masyarakat umum dan mereka yang memperoduksi telepon
seluler secara sukarela berupaya mengurangi paparan RF dari telepon
seluler itu. WHO sendiri saat ini sedang mengatur proyek riset
multinasional bersama Dewan Internasional untuk Riset Kanker (IARC),
yang akan mengumpulkan data tentang kemungkinan adanya kaitan antara
penggunaan telepon seluler dan berkembangnya kanker di kepala dan leher.
Proyek ini diharapkan selesai pada 2003.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH