Reyoet: Kanker indung telur adalah penyakit yang
diam-diam terus hidup dan seringkali tak terdiagnosis sampai akhirnya
berkembang sehingga akhirnya sulit disembuhkan.
Namun, seperti dikabarkan Journal Proceedings of the National Academy of Sciences,
Dr. Gil Mor dari Yale University School of Medicine di New Haven,
Connecticut, Amerika Serikat, bersama rekan, mengenalkan suatu tes yang
dapat diandalkan untuk mendeteksi kanker indung telur pada stadium dini
saat gangguan itu masih mudah disembuhkan.
Tes yang baru
diperkenalkan itu mengukur kadar empat protein penanda dalam darah,
yakni leptin, prolaktin, osteopontin, dan growth factor-II yang
menyerupai insulin. Para penemu tes itu menguji kemampuan temuannya
untuk membedakan antara 106 subjek yang bebas dari penyakit dan 100
pasien kanker indung telur, 24 di antaranya masih dalam stadiun awal.
Kadar
prolaktin dan osteopontin secara signifikan meningkat pada wanita
dengan kanker indung telur stadium awal dan pada saat yang sama kadar
leptin serta growth factor-II yang menyerupai insulin turun secara
signifikan.
"Data ini menunjang perangkat multiplex proteomic
yang secara akurat dapat membedakan antara mereka yang normal dengan
pasien kanker indung telur di tahap awal, termasuk di stadium I dan II,"
papar peneliti, sebagaimana diberitakan Xinhua, dikutip Rabu
(30/10/2013).

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH