Reyoet, Jakarta: Diabetes merupakan penyakit
yang jumlah penyandangnya masih sangat besar di Indonesia. Meskipun
angkanya cukup mencengangkan, baru sedikit orang yang tahu bahwa ia
mengidap penyakit yang tidak bisa disembuhkan ini.
"Prevalensi di Indonesia sekitar 5,7 persen. Tapi, baru 1,5 persen
penyandang yang mengetahui kalau dia terkena diabetes. Itu bahaya," kata
Kepala Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo, Dr. dr. Imam Subekti,
SpPD-KEMD dalam acara `Kaki Diabetik, Haruskah Selalu Diamputasi`, Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Jumat (1/11/2013)
Menurut
Dr. Imam Subekti, fakta seperti ini cukup membahayakan. Mengapa? Karena
kalau sampai seseorang tidak mengetahui dia menyandang diabetes, akan
terjadi komplikasi yang sangat berbahaya.
"Diabetes ini penyakit
yang tidak bisa disembuhkan. Tapi, penyakit ini dapat dikontrol dengan
sebaik-baiknya. Usahakan jangan sampai terjadi komplikasi. Tapi, bila
sudah terlanjur, cegah jangan sampai mengalami kecacatan," jelasnya.
Data
Riset Kesehatan Dasar Nasional tahun 2007 menyebutkan bahwa prevalensi
Diabetes di Indonesia sekitar 5,7 persen. Diperkirakan akan meningkat
pada tahun-tahun mendatang.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
memprediksi, bila pola pengelolaan diabetes masih seperti ini, pada
tahun 2030 akan terdapat 21,3 juta orang dengan diabetes di Indonesia.
"Di
tahun 2009 Indonesia berada di posisi 9 dengan jumlah 7 juta orang.
Bila WHO prediksi 2030 sekitar 21,3 juta orang bisa jadi itu lebih
cepat. Sebab di tahun 2012, Indonesia sudah berada di posisi 7,"
pungkasnya.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH