Thursday, December 20, 2012

6 yang Unik dari Sosial Media dari Kacamata Bisnis

Reyoet, New York: Perkembangan sosial media selama 2012 ini sangat meningkat tajam, apalagi saat ini banyak user yang memanfaatkan sosial media sebagai media promosi.

Baru-baru ini di New York City diselenggarakan konferensi Social Media World Forum (SWFM). Menurut Merlin Ward dari Regenade setidaknya ada 6 pelajaran unik dari forum ini seperti dilansir dari socialmediatoday, Kamis (20/12/2012):

1. Gabungkan Iklan dan Game

Chris Thorne, Vice President Social Media dari Electronic Artsd, yang juga developer game, menemukan konten-konten yang lebih efektif jika digabungkan dengan iklan di Facebook.

Developer bisa menyelipkan iklan di game yang telah dibuat, dengan begini tanpa sadar user bisa juga sebagai media perantara untuk mempromosikan brand yang diiklankan. Hasil dari perpaduan ini bisa meningkatkan virality dan penjualan.

2. Hanya konten-konten terbaik yang dilirik orang

Morgan Baden, Director of Social Media and Internal Communication dari Scholastic publishare, berbagi cerita tentang kekurangan dan kelebihan menggunakan Pinterest.

Pinterst merupakan social networking yang digunakan Scholstic untuk membantu promosi mereka, tetapi mereka menemukan bahwa tidak semua konten diciptakan sama.

Ketika user wanita sedang asyik berbagi quote special dari buku, foto-foto acara dan ruang physical lainnya tidak ada interaksi yg menarik sama sekali. Ini berarti hanya konten-konten yang terbaik yang bisa masuk ke Pinterest.

3. Memperkuat brand ke luar kotak

Manager of Social Media Worldwife for Four Season Hotels and Resort, Felicia Yukich, menemukan rahasia untuk menggunakan media sosial dalam industri perhotelan.

Ilmu-ilmu dasar tentang hospitality diterapkan di sosial media, dengan prinsip "Your guest stay in and outside the hotel". Jadi tamu itu tidak hanya yang berada di dalam hotel tetapi juga calon tamu yang berada di luar hotel. Maka dari itu diperlukan interaksi melalui sosial media dengan para tamu atau calon tamu hotel.

4. Membangun Interaksi Sosial di Produk

Sesuai dengan tema konferensi, Jesse Rednissm Senior Vice President of Digital di USA Networ, mencatat bahwa social works best terjadi ketika diantisipasi dalam tahap menciptakan produk.

Sebuah merek harus memanfaatkan perilaku alami dari user untuk membangun aktivitas dan menyediakan kegiatan sosial yang mulus di sekitar branding online.

5. Terbukalah pada Konsumen saat sedang Krisis

Morgan Johnston, Manager of Corporate Communications di Jet Blue, dan Paul Fox, Director of Corporate Communications at P&G, berbicara tentang mengatasi krisis pada sebuah merek.

Jika sebuah merek mengalami krisi sebaiknya bicara secara terbuka terhadap konsumen. Perusahaan bisa mengundang blogger untuk mendapatkan testimoni negatif atau positif tentang produknya.

Ini akan membantu perusahaan untuk menangani keadaan krisis tersebut dan menjadikannya evaluasi.

6. Barter promosi dengan brand lain

Shanee Steele, director of Sales Marketing di Twitter, membagi contoh merek yang membicarakan satu sama lain, yang pada saatnya dapat menciptakan viral konten dan merek adorasi oleh user.

Oreo dan AMC mempunyai sistem "barter promosi" di Twitter tentang produk mereka begitu juga dengan Taco Bell dan Old Spice yang melakukan hal yang sama. Promosi seperti ini meninggalkan pintu terbuka untuk berinteraksi dengan konsumen.

Followers