Sunday, December 23, 2012

Bicara Seks Pada Anak? Kenapa Tidak!

Reyoet, Jakarta: Tak sedikit orangtua yang tabu membahas soal seks ke anak-anaknya. Banyak yang beranggapan belum saatnya anak-anak memahami seks.

Padahal banyak ahli menyarankan kepada seluruh orangtua untuk lebih dini membahas soal seks ke anak-anaknya. Kenapa? Karena dapat menghilangkan kesalahpahaman anak-anak tersebut untuk mengembangkan tentang informasi apa saja yang ia dapatkan dari internet dan televisi.
Mendapatkan informasi soal seks melalui internet dan televisi memang bisa menyebabkan pengertian yang salah tentang seks dan seksualitas. Anak-anak secara alami ingin mengetahui tentang tubuhnya sendiri dan rasa keingintahuan ini dirasa wajar, sehat, dan normal.
Sayangnya, berbicara soal seks kepada anak memang tidak pernah mudah. Selain itu dibutuhkan kenyamanan untuk menyampaikan soal seks kepada anak-anak tersebut. Karena alasan inilah mengapa pembicaraan seperti ini seringkali tertunda.
Orantua perlu proaktif dalam berbicara dengan anak-anaknya tentang seks. Orangtua tidak boleh menutup matanya, dikarenakan masa dimana anak-anak menanyakan soal seks akan datang menghampirinya.

Yang perlu diingat adalah jangan sampai Anda para orangtua salah menyampaikan informasi yang justru menakut-nakuti anak tersebut.
"Ketika Anda sedang berbicara dengan anak Anda soal seks, berbicaralah yang sebenarnya. Jangan menggunakan kata-kata atau frase yang dapat menunjukkan bahwa seks adalah sesuatu yang kotor dan tabu. Dan, hindarilahlah kalimat 'wanita selalu melakukan seperti ini..' atau 'pria selalu melakukan..', kata Psikolog Anak, Bela Raja, seperti dilansir Times of India, Minggu (23/12/2012)
Untuk berbicara dengan anak kelompok usia 7 sampai 10 tahun, permbicaraan seks harus lebih ditekankan bagaimana seks merupakan proses alami. Bela memberikan saran kepada seluruh orangtua jangan pernah sesekali membahas soal kekerasan seks dan pemerkosaan kepada anak-anaknya.
Jika Anda mengalami kesulitan membahas seks kepada anak-anaknya, dianjurkan untuk menggunakan media seperti televisi dan buku.
Televisi menjadi yang baik untuk memulai pembicaraan tentang seks. Atau dapat membahas soal seks ketika Anda bersama anak-anak melakukan kegiatan rumah seperti membuat kue, mencuci atau bersih-bersih rumah. Dengan cara seperti ini anak-anak akan berpendapat bahwa seks adalah bagian normal dari kehidupan keluarga dan bukan tabu.
Para orangtua diminta untuk siap-siap jika anak-anaknya mulai menanyakan sesuatu yang pernah dilihat olehnya. Jangan pernah meraba-raba. Jujur saja pada anak Anda.
Jangan bertele-tele. Jika Anda memang tidak tahu jawabannya, katakanlah demilikian dan memberitahukan kepadanya bahwa Anda akan menemukan jalan keluarnya dan membiarkan anak-anak itu untuk tahu. Jangan sampai malah membuat ia bingung.

Followers