Friday, December 21, 2012

Rajin-rajinlah Pijat Payudara Agar Tak Kena Kanker

Reyoet, California: Kanker payudara sering ditandai dengan gangguan sel yang tumbuh tidak teratur. Namun dengan sering memijat payudara, sel penyebab kanker itu bisa normal kembali

Hasil penelitian dari University of California di Berkeley, Amerika dan Lawrence Berkeley National Laboratory menemukan bahwa sel penyebab kanker payudara bisa bergerak normal setelah dipijat.

"Kami melihat ada jaringan sensitif payudara yang tumbuh dan berkembang," kata Daniel Fletcher, Profesor bioteknologi di Berkeley dan Ilmuwan Fakultas di Lab Berkeley seperti dilansir Foxnews, Jumat (21/12/12).

Melalui percobaan sebelumnya di Lab Berkeley, peneliti bisa memanipulasi sel di sekitarnya melalui penggunaan inhibitor biokimia dan akhirnya sel yang sehat mempengaruhi sel-sel kanker untuk tumbuh normal kembali.

Peneliti juga mencoba meneliti sel-sel payudara ganas yang disuntikkan ke ruang silikon fleksibel. Dari mikroskop, bisa dilihat perubahan sel-sel kanker yang menjadi sehat.

Peneliti Mina Bissell, Distinguished Scientist di Lab Berkeley mengatakan sementara perkembangan kanker berfokus pada mutasi genetik dalam sel.

Tapi tidak semua sel-sel kanker ganas ditakdirkan menjadi tumor, sel ini tergantung dari interaksi mikro di sekitarnya. Percobaannya mengenai manipulasi lingkungan ini, bisa membuat pergerakan sel menjadi normal kembali.

"Orang dulu percaya kalau kekuatan fisik dapat mempengaruhi tubuh kita. Ketika kita mengangkat beban, otot menjadi lebih besar, begitupun dalam menjaga tulang kuat, ini menunjukkan kalau ada pertumbuhan sel di dalam tubuh kita," kata Menurut Gautham dari University of California Berkeley.

"Seiring waktu, sel-sel ganas bisa jadi terorganisir jika tidak dibimbing menjadi pola pertumbuhan normal. Saya melihat sel-sel kanker payudara bisa menyerupai struktur normal setelah payudara dipijit ringan dibandingkan dengan sel-sel ganas yang didiamkan. Sel kanker ini hanya butuh isyarat untuk kembali ke pola pertumbuhan payudara yang sehat.," jelasnya.

Ketika melakukan penelitian, peneliti mencoba menambahkan obat dari E-kaderin, sebuah protein yang membantu sel kanker patuh terhadap sel sehat dan membuat sel-sel ini teratur polanya. Ini menunjukkan pentinganya komunikasi antar sel dalam pembentukan sel sehat.

Peneliti tidak mengusulkan pengembangan bra kompresi, seperti bra untuk olahraga yang dikemas untuk penderita kanker payudara. Karena menurut peneliti, payudara butuh bra yang bisa membuat nyaman agar pertumbuhan selnya teratur.

Hasil penelitian ini dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society for Cell Biology di San Francisco.

Followers