Reyoet, Jakarta: Banyak
orang sudah paham bahwa konsumsi gula berlebihan menyebabkan munculnya
penyakit kencing manis atau diabetes mellitus. Lebih dari itu, meski
bermanfaat, gula juga racun bagi tubuh.
"Saya paling bermusuhan dengan gula. Gula itu bersifat toxic atau
beracun. Racun buat proses penuaan," kata Spesialis Gizi Klinik dari
Rumah Sakit MRCCC Siloam Semanggi, Jakarta Selatan, dr. Samuel Oetoro,
Sp. GK kepada Liputan6.com, yang ditulis Senin (20/3/2013).
Kalau
seseorang terlalu sering makan gula, tambah Samuel, akan lebih mudah
terkena diabetes karena insulinnya lelah dan capai akibat bekerja terus
menerus menurunkan gula. "Kalau kita makan gula, kadar gula naik. Kadar
gula yang naik harus segera dikirim masuk ke insulin," jelasnya.
Walau
pun sekarang sudah banyak jenis gula beredar di masyarakat dan
mengklaim 'gula sehat', itu pun dirasa percuma. Karena pada dasarnya,
apa pun jenisnya, gula sangat tidak baik dikonsumsi tubuh. Termasuk gula
merah atau gula jawa.
"Walau pun diganti, sama saja. Toxic
penuaan bersifat regeneratif sel. Jadi, kalau Anda ingin awet muda,
jangan makan gula," imbuh dokter yang masih terlihat awet muda ini.
Namun,
gula masih dapat dikonsumsi asal yang mengonsumsinya tetap melakukan
olahraga. Karena sewaktu berolahraga, kadar gula dalam tubuh menurun.
Karenanya harus segera dipulihkan.
Samuel menyarankan, seseorang yang habis berolahraga wajib mengonsumsi gula. Dengan catatan tidak berlebihan. "Habis olahraga, makan karbohidrat sederhana, yaitu gula. Tapi ingat, makannya sekali saja, dan jangan berlebihan," terangnya.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH