Reyoet, Toronto: Bukan hanya pria yang kini
menjadi sasaran pecandu alkohol, tapi sejumlah peneliti di Kanada
mengatakan kalau perusahaan minuman beralkohol justru menargetkan iklan
terhadap perempuan.
Seperti dilansir CBCnews, Rabu (20/3/2013), sekelompok peneliti yang berkumpul di Toronto, Kanada membahas tentang kenaikan pencandu alkohol di kalangan wanita.
Beberapa diantaranya menyatakan kalau minuman keras adalah tembakau yang baru dan wanita merupakan target perusahaan alkohol selanjutnya.
Seperti dilansir CBCnews, Rabu (20/3/2013), sekelompok peneliti yang berkumpul di Toronto, Kanada membahas tentang kenaikan pencandu alkohol di kalangan wanita.
Beberapa diantaranya menyatakan kalau minuman keras adalah tembakau yang baru dan wanita merupakan target perusahaan alkohol selanjutnya.
Minuman keras yang beredar di Eropa dan Amerika juga menarik kesadaran
kesehatan wanita dengan iming-iming cara yang alami untuk diet. Padahal
hasilnya ditemukan peningkatan terhadap wanita pecandu alkohol dengan
penyakit hati.
Para ahli setuju masalah ini menuntut perubahan,
baik dari pengiklan dan pemerintah yang mengatur penjualan alkohol.
Namun direktur pemasaran alkohol justru menanggapi senang karena majunya
industri alkohol disebabkan peningkatan konsumsi alkohol pada wanita.
"Berkali-kali, wanita muda terkena iklan alkohol. Ini adalah kesempatan
dan area pertumbuhan untuk industri," kata David Jernigan, director of
the U.S. based Center on Alcohol Marketing and Youth
Awal pekan
ini, the Centre for Addiction and Mental Health mengeluarkan laporan
yang menggambarkan alkohol sebagai salah satu risiko kesehatan dan
keterlibatan pemerintah dalam penjualan alkohol, harga, periklanan dan
pengobatan.
Studi di AS juga menunjukkan kalau konsumsi alkohol
di kalangan remaja telah meningkat lebih cepat dibandingkan orang
dewasa usia 21 tahun dan lebih tua.
Kanada telah memiliki
strategi alkohol nasional sejak 2007 dan sudah menandatangani strategi
global Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengurangi efek berbahaya
dari alkohol.
"Sudah waktunya untuk menahan penyakit akibat
alkohol," kata Gerald Thomas, seorang peneliti di Canadian Centre for
Substance Abuse that drafted guidelines.
Pedoman tersebut
menyarankan konsumen perempuan untuk minum tidak lebih dari 10 gelas
minuman beralkohol dalam seminggu dan dua gelas sehari.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH