Tuesday, April 2, 2013

Alasan Medis Penyebab Wanita Tak Ingin Bercinta

Reyoet, Massachusetts, AS: Ketika seorang wanita tidak tertarik untuk bercinta atau malah menginginkannya mungkin terpengaruh dari hubungannya dengan seseorang, pengalaman masa kecilnya atau pengalamannya bergaul. Tapi, ternyata alasan medis juga berperan penting dalam memengaruhinya.

Berikut ini, beberapa alasan medis mengapa seorang wanita sedang tidak ingin bercinta seperti dikutip dari Health.com, Selasa (2/4/2013).

Kurangnya aliran darah

Diabetes dan tekanan darah tinggi merupakan masalah kesehatan yang bisa mempersempit aliran darah genital (alat kelamin). Sehingga aliran darah tersebut memengaruhi seorang wanita

Masalah hormonal

Masalah hormonal, seperti menopause, menyusui, pil KB, dan masalah tiroid bisa meredam hasrat seksual.

Obat efek samping

Ada beberapa obat efek samping yang bisa memengaruhi kehidupan seksual seseorang, di antaranya antidepresan dan agen kemoterapi seperti tamoxifen. Obat-obatan itu sering disalahkan.

Kerusakan saraf

Hati-hati bagi yang terkena penyakit multiple sclerosis (penyakit progresif yang melibatkan kerusakan pada selubung sel-sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang) atau parkinson (penyakit progresif dari sistem saraf yang ditandai dengan tremor, kekakuan otot, dan lambat, gerakan tidak tepat, terutama memengaruhi orang setengah baya dan lanjut usia). Karena setelah melakukan operasi panggul berisiko terjadinya kerusakan saraf. Sedangkan alasan lainnya, bisa jadi karena kurang tidur atau depersi.

Cara mengatasi

Untuk mengatasi hal itu, konsultasikan dengan dokter atau seks terapis. Jika hasrat seksual rendah periksakan diri diri ke dokter umum dulu. Apakah nanti ditemukan masalah fisik atau tidak, lanjutkan konsultasi dengan seks terapis. Masalah seks fisik biasanya dipengaruhi kondisi psikis atau masalah dalam hubungan pria wanita.

"Ini biasanya tidak hanya karena satu hal," kata Marjorie Green, MD, Direktur Mount Auburn Female Sexual Medicine Center di Cambridge, Massachusetts dan instruktur klinis di Harvard Medical School.

Bisa juga dilakukan perawatan dengan meminum obat resep, mengambil estrogen dan testosteron, mengonsumsi obat yang meningkatkan kadar dopamin, atau mencoba produk seperti Eros Therapy (perangkat yang menggunakan pengisap lembut untuk meningkatkan aliran darah ke klitoris dan vulva).

Adapula wanita yang mengatasinya dengan olahraga teratur, yoga, mengonsumsi makanan peningkat libido. Namun tentu saja konsultasikan semua ke ahlinya.

No comments:

Post a Comment

KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH

Followers