Friday, August 23, 2013

Dokter Jantung Jangan Malu Bicara Seks Meski Pasien Tak Bertanya

Reyoet, California: Banyak spesialis jantung yang merasa tidak nyaman berbicara tentang seks dengan pasiennya. Namun, dalam panduan baru menyebutkan dokter sejak awal dan sesering mungkin memberitahu pasiennya hubungan intim bisa terjadi setelah serangan jantung.


Perbicangan tersebut tentunya harus melibatkan segala sesuatunya mulai dari kapan dan bagaimana melanjutkan hubungan seks, posisi apa yang terbaik dalam beberapa kondisi atau yang tak disarankan.

Hal ini disampaikan dalam pernyataan yang dirilis American Heart Association and the European Society of Cardiology seperti dikutip dari wthitv, Jumat (23/8/2013).

Pernyataan ilmiah tersebut merupakan panduan yang merinci tentang hubungan seks setelah serangan jantung, stroke, atau kondisi jantung lainnya dan didasarkan pada kajian literatur medis.
"Kesehatan seksual merupakan bagian penting dari kesehatan secara menyeluruh dari individu, bahkan untuk pasien tertua," kata Elaine Steinke, seorang peneliti dan profesor Wichita State University di Kansas.

Steinke merupakan penulis utama pada laporan yang diterbitkan dalam Circulation journal and the European Heart Journal.

Tunggu Pasien Bertanya
Penulis lainnya, Tiny Jaarsma, yang juga seorang profesor dan peneliti gagal jantung di Linkoping University, Swedia, mengatakan dokter dan perawat jarang mendiskusikan seks secara spontan, tapi menunggu sampai pasien menanyakan seputar seks. Penyedia layanan kesehatan sering takut pasiennya marah atau merasa malu sendiri.

Sebenarnya, ketakutan dan kecemasan tentang kelanjutan hubungan seks berhubungan dengan apakah seks bisa menyebabkan serangan jantung? Bisakan menggunakan viagra? Bagaimana jika defibrilator saya berbunyi saat berhubungan seks? Dan banyak orang yang sangat malu menanyakannya sehingga dokter jantung, perawat dan petugas kesehatan lainnya harus yang memulai diskusi dengan pasien wanita atau pria di segala umur serta pasangannya.

Banyak pasien jantung yang bisa dengan aman melanjutkan hubungan seksual setelah pertama kali memeriksakan kesehatannya ke dokter. Pasien yang ringan, nyeri dada stabil berisiko rendah mengalami masalah jantung akibat seks, sedangkan pasien gagal jantung stadium lanjut harus menunda seks sampai kondisinya stabil.

Ruth Westheimer, terapis seks 85 tahun terkenal yang dikenal sebagai `Dr Ruth` mengatakan, "Dokter harus menanyakan pasiennya tentang fungsi seksual, bahkan jika kedua belah pihak malu dengan topik itu."

Followers