Thursday, August 22, 2013

Jenis Cairan Pelumas yang Bisa Digunakan Wanita

Reyoet, New York: Keringnya vagina bisa menyebabkan momen bercinta jadi menyakitkan. Ini bisa disebabkan karena kurangnya cairan pelumas (lubrikasi). Agar pasangan nyaman saat berhubungan intim, ada pilihan cairan pelumas tambahan. 


Terapis Seks Brier Jirka menjelaskan, wanita yang kekurangan pelumas tak ada salahnya menggunakan pelumas yang di pasaran.

Ia mengatakan, pelumas buatan merupakan pilihan pribadi. "Amda bisa berjalan ke setiap toko dan melihat ada 40 jenis pelumas dan tidak tahu perbedaannya," kata Jirka seperti dikutip Omaha, Kamis (22/8/2013).
Berikut beberapa tipe pelumas dan bagaimana bekerjanya:

1. Pelumas berbahan dasar air (dengan gliserin atau tanpa)
Pelumas ini yang paling sering dijual. Ini mudah kering tapi bisa cepat diremajakan dengan menambahkan beberapa tetes air atau air liur. Pelumas tersebut bekerja dengan baik dengan kondom lateks, tidak seperti beberapa pelumas yang bisa memecah lateks.

Ketika memilih menggunakan pelumas berbasis air, ada perbedaan antara ada dan tanpa gliserin.
  • Pelumas nongliserin yang berbasis air merupakan pilihan cocok untuk wanita dengan infeksi jamur berulang atau alat kelaminnya sensitif. Pelumas ini bisa bertahan lama dibandingkan yang berbasis gliserin serta menawarkan bantalan lembut selama melakukan hubungan intim.Pelumas nongliserin bisa mengurangi iritasi pada alat kelamin, aman digunakan dengan kondom dan tak menimbulkan noda di kain.
  • Pelumas berbahan air dengan gliserin memiliki rasa sedikit manis dan sangat licin. Beberapa pelumas ini memiliki sensasi memanaskan selama berhubungan seksual. Efek negatif dari jenis pelumas ini meliputi efek jangka pendek dan terkadang bisa menyebabkan tekstur yang lengket. Pelumas gliserin tidak dianjurkan untuk wanita yang rentan mengalami infeksi ragi atau diabetes karena memiliki sifat yang mirip dengan glukosa. Pelumas yang mengandung minyak juga tak boleh digunakan dengan kondom.
2. Pelumas berbasis silikon
Pelumas berbasis silikon merupakan hypoallergenic dan aman digunakan dengan kondom. Keuntungan menggunakan pelumas berbasis silikon termasuk yang efektif untuk wanita yang alat kelaminnya sensitif. Pelumas tersebut juga bisa digunakan di dalam air dan bagus untuk pijat sensual di tubuh.

Waspadalah, pelumas ini bertekstur licin dan tahan lama sehingga berbahaya. Anda bisa saja terjatuh di bak atau kamar mandi.

Meski pelumas tersebut tidak berbau dan berasa, pelumas ini tak direkomendasikan untuk bercinta oral. Pelumas silikon lebih mahal dibandingkan pelumas berbahan air dan membutuhkan usaha yang lebih untuk membersihkannya. Pelumas tersebut tidak dianjurkan digunakan untuk mainan seks.

3. Pelumas berbahan dasar minyak alami (bukan minyak mineral)
Jenis pelumas seperti minyak sayur, jagung, alpukat, kacang, zaitun, bermanfaat selama digunakan saat berhubungan intim. Pelumas ini bagus untuk pijat vulva karena aman untuk vagina dan aman jika tertelan.

Sayangnya, jenis pelumas ini meninggalkan noda di kain dan menghancurkan kondom lateks serta mainan seks.

4. Pelumas berbahan dasar minyak bumi 
Contoh pelumas minyak termasuk minyak mineral dan vaseline. Sayangnya, produk tersebut bisa mengiritasi vulva wanita, meninggalkan noda di kain, serta menghancurkan kondom lateks serta tak boleh digunakan dalam vagina.

5. Pelumas untuk kesuburan
Pelumas sering merusak kemampuan pembuahan sperma. Pasangan yang ingin hamil perlu pelumas yang bisa membantu pembuahan, bukan mencegahnya.
Pelumas sebelum pembuahan dianjurkan sebagai produk kelembaban di organ intim untuk memperbaiki kekeringan vagina tanpa merugikan sperma. 

Pemakainya bak mempromosikan keseimbangan pH air mani untuk lingkungan sperma dan mengandum arabinogalactan, tanaman polisakarida bioaktif untuk memberikan dukungan antioksidan.

Followers