Sunday, August 25, 2013

Kelelawar, Sumber Awal Virus MERS Cov

Reyoet: Seekor kelelawar disebutkan terkait dengan gangguan yang sedang menghantui Timur Tengah akibat virus korona MERS yang masih misterius. Demikian sebuah penelitian terbaru menyebutkan.

Para ahli menyebutkan, mereka telah mendeteksi adanya kecocokan genentik 100 persen pada serangga makanan kelelawar yang berada di dekat sarang sang kelelawar yang diketahui menjadi korban pertama penyakit ini di Arab Saudi.

Middle East Respiratory Syndrome atau MERS telah menewaskan setidaknya 47 orang, 39 warga Arab Saudi. "Ada beberapa laporan temuan virus-virus MERS yang ada di hewan. Tak satu pun cocok kode genetiknya," ujar peneliti Ian Lipkin yang juga Kepala Pusat infeksi dan Imunitas universitas Columbia seperti dikutip dari Channelnewsasia, Minggu (25/8/2013).

Dalam kasus ini, menurut Ian, virus yang mereka dapati ini identik urutannya dengan virus yang ditemukan pada kasus yang menginfeksi manusia pertama kali."Yang pentng, virus ini datang dari daerah sekitar munculnya kasus pertama." jelas Ian.

Temuan ini yang juga melibatkan peneliti dari EcoHealth Alliance dan Kementrian Kesehatan Arab Saudi dan dipublikasikan secara online pada Rabu 21 Agustus dalam jurnal milik Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat berjudul "Emerging Infectious Diseases"

MERS ditengarai merupakan sepupu dari virus SARS yang pernah mewabah di Asia pada 2003. Seperti SARS, diyakini virus ini dapat bermigrasi dari binatang ke anusa dan menggejala seperti terserang influenza namun berbeda karena menyebabkan gagal ginjal.

Antara Oktober 2013 hingga April 2013, para peneliti mengumulkan lebih dari ribuan sampel dari tujuh spesies kelelawar di wilayah-wilayah yan ada di Arab SAudi tempat MERS diketahui berada pertama kali.

Setelah sejumlah rangkaian analisa, sampel kotoran yang diambil dari Kelelawar Mesir yang berada beberapa kilometer dari rumah korban pertama MERS mengandung rangkaian virus yang identik dengan yang ada di korban tersebut.

Namun "tidak ada bukti adanya paparan langsung kelelawar pada sebagian besar kasus MERS pada manusia" ujar Wakil Menteri Kesehatan Arab Saudi sekaligus kepala peneliti, Ziad Memish.
"Kalau kita fokus pada penelitian yang mengarah transmisi antaramanusia rasanya kurang efisien. Karena itu, kami berspekulasi pada induk atau asal virus yang berperan penting dalam memunculkan penyakit ini pada manusia."

Followers