Saturday, August 31, 2013

Rahasia China Kuno Atasi Masalah Seksual

Reyoet, Beijing: Sebenarnya, seks tak pernah berubah dalam 2.000 tahun. Namun, zaman kini banyak orang yang jarang berhubungan seks. Kebanyakan disebabkan gaya hidup masing-masing pasangan. Anda bisa mengatasi masalah ranjang dengan rahasia dari ajaran China kuno, yakni latihan Taois.


Seperti diketahui, lebih dari 40 juta orang Amerika Serikat tak berhubungan seks sama sekali. Namun, dengan beberapa latihan pernapasan Taois bisa membantu mengeluarkan energi dari kepala dan fokus ke daerah pinggul, sehingga orang bisa lebih menerima seks. Salah satu program menarik dari Taois adalah Loop selama enam minggu agar bisa meningkatkan libido seseorang.

Hal ini disampaikan Direktur Klinis di YinOva Center di New York, Jill Blakeway, yang juga penulis `Sex Again: Recharging Your Libido`.

"Di luar sana dan sekarang orang-orang Amerika kurang melakukan seks dibandingkan sebelumnya dan kurang seks dibanding orang-orang di negara lain," kata Blakeway menjelaskan.
"Ini (Loop) adalah cara menyebarkan energi seksual dari panggul ke seluruh tubuh untuk membuat pengalaman seks di tubuh menjadi lebih banyak," ujar Blakeway seperti dikutip Foxnews, Sabtu (31/8/2013).

Taois merupakan filsafat kuno dari China, yang didasarkan pada prinsip bahwa orang yang paling bahagia dan sehat ketika selaras dengan energu hukum alam di alam semesta. Taois membagi hukum-hukum energi menjadi dua konsep, yakni yin feminin dan maskulin yang.

"Seperti yang dapat Anda bayangkan, sebuah filosofi yang semuanya tentang interaksi yin dan yang - maskulin dan feminin - memiliki hal-hal yang benar-benar menarik untuk membahas tentang seks dan tentang seks yang sehat serta tentang bagaimana seks yang bahagia memengaruhi tubuh sehat, pikiran, dan jiwa , " ujar Blakeway.

Pasangan Jarang Bercinta
Blakeway meyakini, ada banyak alasan pasangan jadi jarang bercinta. Menurutnya, masyarakat mengeluarkan energi seksual bukan ke dalam, hingga mencegah pasangan untuk melakukan hubungan fisik yang kuat, spiritual, dan koneksi emosional.

Ia juga mengatakan, foto wanita yang terlalu seksi di media menciptakan harapan yang tidak realistis dan membuat wanita merasa buruk dengan tubuhnya.

"Pasien saya khawatir dengan atas yang muffin dan gelambir di bawah lengannya," ujar Blakeway.
"Dan itu membuatnya merasa kurang percaya diri secara seksual, dibanding lebih percaya diri," ujarnya.

Followers