Reyoet: Pernahkah Anda berjumpa seseorang dan langsung merasakan daya kimiawi tertentu di antara Anda berdua? Bila pernah, pheromone
pasti yang menjadi penyebab. Secara alamiah, pemikat kimiawi ini selalu
digunakan binatang untuk saling bertemu dan berpasangan.
Lalu, apakah hal yang sama juga berlaku bagi kita? Menurut Men's Health,
dikutip Rabu (30/10/2013) para ilmuwan sejauh ini belum sepenuhnya
mengetahui tentang aksi dan reaksi kimiawi seksual. Tapi, memang ada
kenyataan yang menyiratkan bahwa pheromone ikut bermain dalam proses
seksual itu.
Para periset menemukan, dalam proses seksual bau tubuh itu cukup penting, sehingga ada organ khusus, yaitu vomeronasal di hidung, yang bertugas membauinya.
Para periset menemukan, dalam proses seksual bau tubuh itu cukup penting, sehingga ada organ khusus, yaitu vomeronasal di hidung, yang bertugas membauinya.
Pheromone sendiri tersembunyi dalam kelenjar apocrine, terletak di bawah ketiak dan di kawasan sekitar kelamin. Efek pheromone
itu menghilang karena orang mandi setiap hari, yang memang bermanfaat
untuk menghilangkan bau tak sedap lain yang juga dihasilkan oleh
kelenjar apocrine.
Jadi untuk meningkatkan bau alamiah
yang seksi itu, jangan terlalu percaya diri untuk tidak mandi. Sebab
antara bau seksi yang kuat dan bau tak sedap menyengat yang sama-sama
dikeluarkan kelenjar aprocine itu, garis perbedaannya tidak jelas.
Setidaknya,
bau seksi harus ditemukan oleh hidung yang tepat untuk menjadi daya
pikat, sedangkan bau tak sedap menyengat sudah pasti akan mengganggu
banyak orang. Asal tahu saja.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH