Reyoet: Sebuah penelitian menunjukkan Viagra,
obat populer yang bisa membantu ereksi, bisa menekan meningkatnya
tekanan darah dan efek-efek lain pada pasien yang sudah menjalani
transplantasi jantung.
Meningkatnya tekanan darah adalah masalah umum yang sering muncul dan
dihadapi para penerima donor jantung. Masalah ini tidak mudah diatasi.
Dalam hal ini Viagra yang berfungsi membuka dan memperbesar pembuluh
darah, sehingga aliran darah ke penis menjadi lancar dan meningkat, juga
berpotensi menurunkan tekanan darah karena perbesaran dan membukanya
pembuluh darah tidak hanya di penis saja, tetapi pada seluruh bagian
tubuh.
Penelitian ini dilaporkan dalam American Journal of
Hypertension oleh Dr. Richard S. Schofield dan rekan dari The University
of Florida College of Medicine di Gainesville dikutip Rabu (30/10/2013). Pengamatan efek Viagra pada pembuluh darah ini dilakukan
terhadap sekitar 15 pasien transplantasi jantung dengan kondisi
bertekanan darah tinggi.
Pada beberapa tes pembuluh darah yang
dilakukan menunjukkan perubahan yang cukup dramatis. Setelah diberi
Viagra sekitar 50 miligram (dosis standar untuk menangani disfungsi
ereksi), jantung kelihatan sangat mudah saat melakukan proses pemompaan.
Meski para pasien tersebut menggunakan pil penurun tekanan darah
seperti yang biasa mereka lakukan, tidak satu pun dari mereka yang
mengalami penurunan tekanan darah begitu rendah.
"Efek baik
Viagra ini merupakan petunjuk bahwa kita harus melakukan penelitian
lebih lanjut dalam usaha menangani persoalan tekanan darah yang biasa
dialami pasien transplantasi jantung," tutur Dr. Richard.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH