Reyoet: Ajaklah istri atau ibu Anda rajin
berjalan-jalan. Menurut penelitian yang diberitakan Reuter, dikutip Minggu (27/10/2013), berjalan-jalan ringan dapat mengurangi risiko wanita
untuk terkena stroke, meskipun kebiasaan berjalan-jalan itu baru
dimulai saat seseorang sudah cukup lanjut usianya.
Peran olahraga dalam melindungi kesehatan jantung memang sudah lama
diketahui. Tapi peran olahraga bagi stroke, belum banyak terungkap
selama ini. Walau begitu penelitian baru-baru ini yang melibatkan lebih
dari 72.000 wanita berusia antara 40 hingga 65 tahun membuktikan,
risiko para responden itu untuk terkena stroke menurun sampai satu
setengah kali, seiring dengan peningkatan kegiatan mereka berolahraga.
"Ini
merupakan kenyataan terkuat yang kami peroleh, bahwa olahraga
mengurangi risiko stroke," ujar Dr. Frank B. Hu, seorang profesor
nutrisi dari Harvard School of Public Health, AS.
Dr. Hu juga
menjelaskan, olahraga itu tak perlu yang terlalu berat bebannya.
Berjalan-jalan sudah cukup efektif untuk mengurangi risiko terkena
stroke. "Yang terpenting adalah penggunaan energi untuk berjalan-jalan
itu," tambah Dr. Hu.
Dalam penelitian, Hu dan sejawatnya
mengamati data para wanita yang tersimpan di sebuah lembaga perawatan.
Dalam pengamatan itu juga dilihat kebiasaan mereka berolahraga. Mereka
kemudian dibagi menjadi lima kelompok atas dasar seberapa banyak kalori
yang mereka bakar setiap minggu melalui olahraga.
Dalam periode
delapan tahun diketahui, kegiatan fisik sangat berkaitan dengan
rendahnya risiko stroke, meski yang bersangkutan adalah perokok, serta
memiliki tekanan darah tinggi dan faktor-faktor risiko stroke lainnya.
Mereka
yang berada dalam kelompok paling tinggi dalam membakar kalori,
memiliki kemungkinan setengah lebih kecil untuk menderita ischemic
stroke dibanding mereka yang paling sedikit membakar kalorinya.
Dan
sepanjang para responden itu terus membakar kalori, tak masalah apakah
kegiatan fisik yang mereka lakukan itu berlari, berenang atau berjalan.
Tentu, menurut Dr.Hu, kalau jalan kaki yang dipilih, maka kegiatan itu
harus dilakukan intensif, misalnya empat kilometer per jam atau lebih.
"Wanita
harus memulai kegiatan fisik ini sesegera mungkin, karena efek
kumulatif yang bisa dinikmati. Tapi sebaliknya, mereka yang sudah lanjut
usia pun tak terlambat untuk memperoleh manfaatnya," tandas Dr.Hu.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH