Reyoet: Ternyata selain ejakulasi dini, gairah
seks yang semakin rendah juga jadi masalah disfungsi seksual kedua
terbesar. Dalam suatu laporan yang termuat dalam Journal of the American Medical Association yang
dikutip Kamis (24/10/2013) dikatakan, faktor utama yang menyebabkan hal
tersebut adalah menyangkut masalah kesehatan fisik dan mental.
Meskipun
banyak pria yang bahagia dengan kehidupannya, tapi pada umumnya seks
akan menurun sejalan dengan usia.
Meski begitu menurut Richard Milsten, M.D, seorang urolog di New
Jersey, harap dibedakan antara gairah seks yang menurun dengan impoten.
Pada beberapa hal, memang pria yang mengalami impotensi biasanya akan
mengalami penurunan gairah seksual. Namun gairah seksual yang menurun
terjadi bukan karena masalah impotensi. Beberapa faktor penyebab gairah
seks yang menurun itu antara lain :
1. Saat Anda sakit, libido
juga ikut menderita. Beberapa masalah medis ataupun kondisi fisik
kronik dapat menurunkan gairah seks. Jika seorang pria didiagnosis
mengidap kanker misalnya, maka masalah seks mungkin menjadi prioritas
terbelakang untuk beberapa waktu. Tapi, bila kemudian ia memperbaiki
kesehatannya, baik melalui olahraga, diet rendah lemak ataupun perawatan
medis, gairah seks ini juga akan naik.
Menurut Milsten, selain
itu beberapa penyakit seperti penyakit kelenjar tiroid, tumor kelenjar
endokrin yang mengontrol produksi hormon termasuk hormon seks, dan
depresi, juga berkaitan langsung dengan menurunnya gairah seks. Hampir
serupa, jumlah hormon seks pria yang tidak cukup juga dapat menyebabkan
rendahnya libido. Disarankanbagi para pria yang merasa kondisi fisiknya
telah menurunkan gairah seks, agar berkonsultasi dengan dokter.
2.
Efek dari obat-obatan. Obat-obatan juga dapat menurunkan gairah seks.
Contohnya pada beberapa resep obat antidepresan, antihipertensi. Juga
pada beberapa jenis obat-obatan terlarang, seperti heroin, kokain, dan
ganja. Milsten kemudian menyarankan pada para pria, jika resep obat
tersebut dapat menghambat gairah seks mereka sampai tingkatan yang
membahayakan, sebaiknya menanyakan kepada dokter masing-masing mengenai
kemungkinan untuk menggantinya dengan jenis lain, yang masih serupa dan
tidak menyebabkan efek samping terhadap masalah seksual.
3. Stres
dapat mempengaruhi gairah seks. Segala jenis stres, baik yang
berhubungan dengan pekerjaan, ataupun yang berkaitan dengan seseorang
juga dapat mempengaruhi gairah seks. Begitu juga dengan depresi, masalah
keluarga, konflik perkawinan, kejadian kekerasan di masa lalu, ataupun
konflik atas orientasi seksual, membutuhkan penanganan profesional.
Sebab
itu sangat penting untuk mencari pertolongan ataupun bantuan jika
perasaan negatif tersebut masih mengganggu, selama hidup Anda.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH