Reyoet: "Saya kira menjadi vegetarian tak lebih
dari reaksi logis mengenai kebutuhan kualitas hidup yang lebih baik
dalam segala aspek," kata Danilo Turrina, Direktur galeri seni Italia,
seperti dikutip Xinhua, Jumat (25/10/2013).
Turrina, yang berusia 53 tahun dan mulai mengkonsumsi makanan yang
berbahan dasar tanaman ketika ia masih anak-anak, adalah bagian dari
enam persen orang dewasa Italia, atau hampir empat juta warga, yang tak
pernah makan daging, unggas atau makanan laut, demikian survei di
seluruh negeri tersebut oleh lembaga riset Eurispes.
Eurispes
menyatakan jumlah tersebut naik dua persen dari 2012 dan meliputi 1,1
persen vegetarian, yang tak menyentuh produk hewani seperti susu dan
telur, dan akan merayakan Hari Vegan Dunia pada 1 November dengan
serangkaian gagasan di seluruh Italia.
"Vegetarianisme tentu saja
pilihan yang lebih besar dibandingkan sebelumnya," kata Carmen Nicchi
Somaschi, Presiden Perhimpunan Vegetarian Italia (AVI).
Festival
vegetarian dan kegiatan di negara Laut Tengah itu dihadiri oleh ribuan
pengikut. "Ini tak membuat saya kaget. Setiap orang di Italia mengetahui
setidaknya sepasang vegetarian sekarang," kata Nicchi Somaschi, yang
memiliki pengalaman lapangan selama lebih dari 30 tahun, kepada Xinhua.
AVI,
perhimpunan vegetarian paling tua di Italia, dibentuk pada 1952 dan
telah memberi sumbangan dalam menyebarkan gerakan tersebut ke Eropa,
serta juga menyelenggarakan kongres vegetarian pertama pada 1985.
Nicchi
Somaschi menyatakan banyak negara, termasuk sebagian negara besar,
telah membuka diri terhadap produk vegetarian dalam beberapa tahun
belakangan sehingga variasi makanan tanpa daging telah meningkat dan
bisa memuaskan semua selera.
Vegetariasme di Italia didukung oleh
beberapa ahli yang terkenal di kancah internasional seperti Umberto
Veronesi, pendiri dan Direktur Sains European Institute of Oncology
(IEO) dan salah seorang ahli utama di dunia dalam bidang obat kanker.
Peneliti
mengenai vegetarian menyatakan bahwa makanan tanpa daging menyediakan
"manfaat kesehatan yang berjalan terus dan hidup lebih lama", kata ahli
Oncologi itu kepada Xinhua.
Sebaliknya, "konsumsi lemak hewan secara
berlebihan terbukti menjadi penyebab utama banyaknya peristiwa penyakit
yang berkaitan dengan makan berlebihan seperti penyakit jantung dan
pembuluh darah, kanker dan diabetes", ia menambahkan.
Makanan yang berdasarkan tanaman juga ideal bagi perlindungan lingkungan hidup dan perang melawan kelaparan global.
"Lahan
peternakan mengambil berhektare-hektare lahan yang mestinya dapat
digunakan untuk memproduksi makanan buat satu miliar orang yang menemui
ajal karena kelaparan dan kekurangan gizi di dunia. Coba bayangkan bahwa
diperlukan 15.000 liter air untuk memperoleh satu kilogram daging,
sementara hanya diperlukan 1.000 liter air untuk memperoleh gandum dalam
jumlah yang sama," kata Veronesi.
Marco Bertali, dokter
vegetarian dan seorang penulis, memberitahu Xinhua berbagai studi
mengenai evolusi telah memperlihatkan nenek moyang manusia adalah
vegetarian secara alamiah.
"Susunan tubuh manusia secara jelas
tidak cocok buat makan daging. Misalnya, usus kita tak lebih panjang
dibandingkan dengan usus karnivora, yang berarti daging yang kita makan
mengendap di dalam diri kita untuk waktu lebih lama, membusuk dan
menciptakan racun," katanya.
Pengonsumsi daging juga menyerap ke
dalam tubuh mereka antibiotik dan obat lain termasuk steroid dan hormon
pertumbuhan yang seringkali ditambahkan pada pakan ternak atau
disuntikkan secara langsung ke dalam tubuh hewan.
Para ahli Italia
sependapat bahwa mendasar untuk memberi perhatian khusus dan
merencanakan faktor lain makanan yang berbahan dasar tanaman secara
seksama, mungkin juga dengan bantuan ahli gizi, untuk memastikan manusia
memperoleh semua zat yang diperlukan.
Makanan vegetarian yang
sangat seimbang, selain sayuran, buah dan kacang meliputi makanan yang
tinggi protein seperti tahu dan produk lain kedelai, pilihan
padat-energi seperti kacang dan biji-bijian. Dan, buat mereka yang bukan
vegetarian, susu rendah lemak dan telur dapat menjadi makanan yang
sehat dan layak untuk orang yang berusia berapa pun, kata mereka.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH